Wisata Makam Bung Karno Blitar Mulai Uji Coba Buka

Wisata Makam Bung Karno (MBK) Blitar . SP/ blitarkota

SURABAYAPAGI, Blitar -  Wisata Makam Bung Karno (MBK) yang terletak di jalan Ir. Soekarno No.152, Bendogerit, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur ini mulai melakukan uji coba buka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Salah satunya dengan memasang kartu tanda pengunjung yang dibatasi 25 orang per kelompok.

Seperti diketahui, Kota Blitar merupakan satu-satunya daerah di Jatim yang masih zona oranye COVID-19. Namun pemkot sudah mulai melakukan uji coba beragam aktivitas masyarakat. Seperti membuka beberapa lokasi wisata, di antaranya MBK.

Kabid Pengelola Kawasan Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Heru Santoso mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan selama masa uji coba tersebut. Seperti pelaksanaan tes rapid antigen kepada sejumlah pelaku wisata di area MBK.

Tes antigen ini dilaksanakan di Posko Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP). Sasarannya, sekitar 160 pelaku wisata yang terdiri dari pedagang, tukang becak dan staf di area MBK.

"Alhamdulillah dari 160 yang tes antigen, semua negatif," kata, Minggu (19/9/2021).

Pelaksanaan tes swab antigen kepada para pelaku wisata itu untuk persiapan uji coba pembukaan tempat wisata Makam Bung Karno di masa PPKM level 3. Selain itu, Disparbud Pemkot Blitar juga membentuk satuan pelaksana (satlak) di masing-masing paguyuban pelaku wisata di Makam Bung Karno.

Satlak ini bertugas ikut mengawasi penerapan protokol kesehatan saat uji coba pembukaan wisata Makam Bung Karno. Di antaranya pembatasan jumlah pengunjung yang masuk area nisan. Selama masa uji coba ini, pihak pengelola MBK membatasi sebanyak 25 pengunjung dalam satu rombongan.

"Kapasitas area nisan itu kan 150 orang. Selama masa uji coba ini, kami batasi hanya 25 orang di dalam area nisan. Tapi di luar masih bisa dibatasi 50 orang," jelasnya.

Heru mengaku sudah menyiapkan kartu tanda pengunjung. Kartu ini akan dipasang di dada setiap pengunjung yang bertuliskan nomor antrean. Sehingga jumlah pengunjung yang masuk bisa dilihat dari jumlah kartu pengunjung yang telah dipakai.

"Kami sudah membuat nomor antrean pengunjung mulai 1 sampai 100," ujarnya.

Selain itu, pengunjung yang boleh masuk juga harus sudah vaksin dosis satu dan dosis dua. Pengunjung harus menunjukkan kartu vaksin atau aplikasi PeduliLindungi di ponsel dengan status hijau.blt1/na