Ubah Layout Sirkuit Jadi Tempat Bersepeda Pencinta MTB

Dhiyan mengatur suspensi sepeda downhill. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Berbagai aktivitas yang dimungkinkan melanggar prokes tersebut akan dilarang karena berpotensi mengakibatkan penyebaran Covid-19. Namun di sisi lain, kegiatan olahraga dan penyaluran hobi diperlukan masyarakat demi menaikkan imun tubuh, salah satunya adalah bersepeda downhill.

Salah satunya, Dhiyan Purwo yang terus berupaya tetap beraktivitas dan terus menyerukan imbauan pemerintah. Dhiyan Purwo dan rekan-rekannya merupakan penggemar sepeda downhill.

Bagian samping depan rumahnya tersebut telah diubah menjadi bengkel sepeda MTB. Makanya saya membuka bengkel ini. Selain bisa jadi tambah penghasilan, juga membantu teman-teman penggemar MTB dalam perbengkelan," kata Dhiyan, Rabu (9/6/2021).

Ketika pandemi Covid-19 ada, dirinya dan teman-teman penggemar MTB sempat merasa pusing karena seluruh aktivitas masyarakat dibatasi. Karena itu, praktis dirinya dan teman-temannya tidak bisa bersepeda karena bisa memicu kerumunan yang tidak sejalan dengan prokes. "Karena itu, kami berpikir bagaimana agar aktivitas hobi kami bersepeda bisa tetap dilakukan. Tentu saja tetap memperhatikan prokes," ungkapnya.

Karena itu, salah satu cara yang tepat adalah buat tempat berkumpul sesuai prokes. Salah satu yang mendukung hal tersebut adalah memaksimalkan sirkuit Watu Jago yang dikelola penggemar MTB Trenggalek.

Dhiyan bersama teman-temannya telah mengubah layout di sirkuit tersebut. Sehingga jika dulunya layout sirkuit cenderung ekstrem dan hanya bisa digunakan untuk penggemar downhill yang dikatakan profesional, sekarang bisa dinikmati oleh para pencinta sepeda gunung pada umumnya. Sebab, beberapa trek sudah diubah tidak curam lagi, kendati ada bagian yang tetap dipertahankan untuk perlombaan.

Dengan bermain di sirkuit tersebut, praktis prokes tetap terjaga, khususnya menghindari kerumunan. Terlihat kendati ada tempat beristirahat untuk sebelum maupun sesudah berangkat dalam mencoba sirkuit tersebut, kerumunan para pencinta MTB praktis tidak terlihat.

Karena situasi yang tetap menerapkan prokes, para pencinta MTB dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Tangerang Selatan, dan sebagainya silih berganti berdatangan. Mereka merasa aman karena semua tetap memahami prokes yang dianjurkan pemerintah.

"Memang banyak pencinta MTB yang datang ke sini. Namun mereka datang tidak di hari yang sama, tapi bergantian. Jadi tidak mengakibatkan kerumunan. Selain itu, dengan kedatangan mereka, perekonomian masyarakat juga terbantu. Sebab, tidak sedikit pencinta MTB yang membeli jajanan di warung milik warga," jelasnya. Dsy9