Tingkatkan Daya Saing Pasar Domestik, Kemenperin Perkuat Regulasi SNI

Salah satu produk industri dalam negeri berupa rempah-rempah. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Demi mewujudkan daya saing produk industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung upaya peningkatan produk domestik dalam negeri guna menghasilkan produk berkualitas dan berkesinambungan yang dinilai penting dan harus dipertahankan serta ditingkatkan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis, PP 28/2021 dapat mendukung akselerasi pertumbuhan sektor industri di tanah air sekaligus memacu pengembangannya agar mampu berdaya saing di kancah global. Pasalnya, peraturan ini akan memberikan kemudahan dan kepastian usaha bagi pelaku industri, sesuai dengan maksud dan tujuan UU Cipta Kerja.

“PP Perindustrian ini mengatur lebih lanjut terkait mekanisme pengawasan standardisasi industri tidak hanya di pabrik maupun di pasar saja, namun juga terhadap Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK),” tutur Agus, Selasa (8/6/2021).

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui masyarakat, antara lain rasionalisasi LPK, dalam hal ini adalah Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro).

Pemerintah berupaya memperkuat beberapa regulasi terkait LSPro, antara lain dengan mewajibkan LSPro untuk melaksanakan sertifikasi sesuai dengan ruang lingkup dan kompetensi yang dimilikinya.

“Selain itu, melaporkan sertifikasi melalui Portal Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), menggunakan personel WNI yang berkompeten, berdomisili di Indonesia serta lancar berbahasa Indonesia, dan memiliki laboratorium uji,” papar Doddy.

Dia menambahkan, pemerintah bertekad akan terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan penjaminan kepastian mutu produk yang dihasilkan industri. Dsy14