Sekwan DPRD Jatim Raih Gelar Doktor Ilmu Sosial di Unair

Andik Fadjar Tjahjono usai wisuda gelar Doktor S-3 Unair yang dilakukan secara virtual, Sabtu (26/6/2021).

 

Surabaya - Kepala Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur, Andik Fadjar Tjahjono, berhasil meraih gelar Doktor setelah lulus Disertasi Strata Tiga Ilmu Sosial. Disela kesibukannya menjadi Sekwan, pejabat yang akrab disapa Andik ini telah merampungkan masa studi selama 5 tahun 8 bulan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan hasil IPK 3,81.

Gelar tersebut, berhasil didapatkannya usai menyusun disertasi karya ilmiah S-3 mengenai teori modal sosial di Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Unair. "Saya ambil doktor di Ilmu sosial. Disertasi yang saya ambil itu mengenai pemanfaatan dari teori modal sosial," kata Andik saat ditemui awak media usai acara Wisuda S-3 Unair di Surabaya, Sabtu (26/6/2021).

Dalam disertainya itu, Andik menjelaskan, bahwa apabila ada sektor usaha ekonomi yang mempunyai modal sosial bagus dan bisa memanfaatkannya, maka dia bisa berkembang dengan baik. Di samping itu pula, dengan modal sosial itu dia juga bisa membangun relasi yang baik dengan pemerintah. "Itu menurut penelitian saya. Saya melakukan studi kasus di Koperasi Setia Budi Wanita," ungkapnya.

Menurut hasil penelitiannya, Andik berpendapat, bahwa Koperasi Setia Budi ini mampu memanfaatkan modal sosial yang dimilikinya. Hasilnya, dia mampu meningkatkan kemampuan dari koperasi itu menjadi bagus dan mandiri. Bahkan, hubungan relasinya dengan pemerintah juga bisa sejajar.

"Dia (koperasi) bisa membantu pemerintah. Bisa melaksanakan program-program pemerintah, juga mendukung pemerintah dalam memberikan pembinaan kepada koperasi-koperasi yang lain," paparnya.

Meski demikian, penelitian yang dilakukan Andik ini tidak fokus di koperasi, tapi pada teori modal sosialnya. Dia menilai bahwa modal sosial yang diterapkan pada Koperasi Setia Budi Wanita ini bisa pula diaplikasikan di berbagai institusi atau sektor usaha.

"Kalau yang di Koperasi Setia Budi Wanita, dia mempunyai sistem kekerabatan bagus, pengelolaan unik yang tidak dimiliki orang lain. Dan dia juga mempunyai jaringan bagus dan bisa memanfaatkannya dengan bagus," katanya.

Apalagi, Andik mengungkapkan, koperasi yang menjadi tempat penelitiannya ini juga memiliki pemimpin yang visioner. Menurutnya, hal ini tentu menjadi salah satu bagian dari modal sosial. Nah, dengan relasi bersama pemerintah yang bagus itu pula maka koperasi ini juga mampu memberikan respons kebijakan yang simetris.

"Artinya, dia tidak tergantung kepada pemerintah, tapi justru bisa memberikan masukan-masukan kepada pemerintah. Bisa membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan maupun pelaksanaan dari kebijakan itu," tutur Andik.

Dia memaparkan, bahwa ada beragam modal sosial yang dapat dimanfaatkan oleh sektor usaha maupun institusi. Di samping dapat menggunakan media sosial, jejaring atau relasi yang luas juga menjadi salah satu dari modal sosial. "Kita bisa memanfaatkan jejaring yang kita miliki. (Misalnya) Saya memiliki jejaring yang luas, nah itu bisa dimanfaatkan untuk membangun institusi di mana saya berada," ujarnya.

Sementara itu, mengenai gelar doktor yang berhasil diraihnya ini, Andik pun berharap dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak muda di Indonesia. Sebab, bagi dia belajar itu tidak ada batasannya. Terlebih di sela kesibukannya bekerja, dia pun masih menyempatkan untuk menempuh pendidikan S-3.

"Harapannya ini menunjukkan semangat kepada yang muda-muda, bahwa belajar itu tidak ada batasanya. Saya yang sudah termasuk tua ini masih mau belajar dan baru selesai sekolahnya," pungkasnya. rko