SDN 1 Dukuhsari Kecamatan Jabon Sidoarjo Mulai PTM

Suasana Sekolah Dasar Negeri 1 Dukuhsari.

SURABAYAPAGI, Sidoarjo – Sekolah Dasar Negeri 1 Dukuhsari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu Sekolah di Wilayah Kecamatan Jabon yang selalu sukses meloloskan 100% Siswa Siswinya yang diterima ke SMPN 1 Jabon, hal tersebut tidak lepas dari peran mantan Kepala Sekolah Mokh. Faujan S. Sp yang baru saja pensiun dari Kepala Sekolah,guru maupun murid yang selalu disiplin dalam menjalankan peraturan sekolah yang sudah ditetapkan.

Wartawan Harian Surabaya Pagi yang melihat langsung situasi PTM di SDN 1 Dukuhsari rabu (01/9/'2021) tidak bisa menemui Pj. Kepala Sekolah Suyanto karena masih bertugas di SDN Jemirahan.

Namun didampingi oleh Tri Andi Susanto S. Pd yang sedang melakukan aktivitas belajar mengajar tatap muka dengan murid muridnya, SDN 1 Dukuhsari sudah mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka sejak Senin (30/82021).

Pelaksanaan PTM terbatas ini tetap melaksanakan Protokol Kesehatan dengan ketat yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak mulai dari rumah ke Sekolah sampai pulang kembali ke rumah tutur Tri Andi Susanto SDN Dukuhsari 1 Jabon Sidoarjo.

Setiap kelas masuknya bergantian 50 % PTM dan yang 50% tetap Daring dirumah. Kegiatan belajar mengajar tatap muka tersebut mengacu serta sesuai dengan aturan Indmendagri Nomor 35 tahun 2021. Berlaku untuk SMP, SMA, SLB, untuk daerah yang berlevel 2 dan level 3 Bahkan untuk PTM perkuliahan, juga akan digelar dalam waktu dekat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sekitar 20 Kabupaten/Kota yang masuk level 2 dan level 3, mulai Senin (30/8/2021) diperbolehkan menggelar PTM Terbatas. Dua daerah yang masuk level 2 yaitu di Sampang dan Pamekasan. Sedangkan 18 sisanya termasuk daerah level 3 di antaranya Kabupaten Pasuruan, Pacitan, Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Tuban, Jember, Bojonegoro, juga Situbondo. Kemudian Bondowoso, Nganjuk, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi menjelaskan PTM terbatas masih belum 100 persen siswa hadir di sekolah. Yang masuk hanya diperbolehkan 50 persen dari total siswa dalam kondisi normal," ujar Wahid Wahyudi dalam jumpa persnya.

Selan itu, PTM terbatas juga masih berlangsung secara blended learning, yaitu masih ada siswa yang juga belajar secara daring dari rumah. "Semua sekolah masih melaksanakan blended learning. Jadi PTM, sekaligus melakukan pembelajaran jarak jauh," ucap Wahid, sapaan akrabnya. PTM terbatas dijadwalkan bergantian dengan durasi pembelajaran paling lama empat jam pelajaran per hari, atau dengan waktu maksimal 30 menit setiap jam pelajaran, tanpa waktu istirahat.

Selain itu, setiap siswa hanya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah masing-masing paling banyak 2 kali dalam sepekan. Kemudian setiap siswa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas paling banyak dua kali dalam sepekan, paling lama empat jam pelajaran per hari dengan 30 menit setiap jam pelajaran, disertai surat izin dari orang tua.Hik