RSTKA Berikan 1.500 Dosis Vaksin Gratis Bagi Buruh dan Pekerja di Pelabuhan Tanjung Perak

Proses penyuntikan vaksinasi bagi pekerja dan buruh di Pelabuhan Tanjung Perak. SP/Semmy Mantolas 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) hari ini, Minggu (29/08/2021) memberikan 1.500 dosis vaksin pertama bagi buruh dan pekerja di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Direktur RSTKA dr. Agus Harianto. Sp.B menyampaikan, pemberian vaksinasi tersebut merupakan wujud keadilan sosial bagi masyarakat khususnya masyarakat yang selama ini belum mendapatkan akses vaksinasi dari pemerintah.

"Demi keadilan sosial, memang cakupan vaksinasi di surabaya sudah cukup tinggi. Tanggal 24 Agustus lalu,  vaksin I sudah 78,17%, tapi untuk buruh dan pekerja di pelabuhan masih belum tersentuh. Itu mengapa kami mendorong untuk lakukan kegiatan vaksinasi ini," kata dr. Agus kepada Surabaya Pagi, Minggu (29/08/2021).

Tak hanya itu, alasan lain dipilihnya pelabuhan adalah untuk melindungi masyarakat yang potensial terpapar virus covid-19. Mengingat, pelabuhan merupakan akses keluar masuknya orang baik dari luar pulau Jawa maupun dari wilayah Jawa sendiri. 

Adapun 1.500 dosis vaksin tersebut berasal dari pemberian dinas kesehatan (dinkes) kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dinkes kota, kata dia, memberikan kurang lebih 500 dosis vaksin. Sementara dinkes provinsi Jatim memberikan 1.000 dosis vaksin.

"Jadi ini atas kebaikan hati dinkes kota dan provinsi. Vaksin yang digunakan adalah astrazeneca," katanya.

Guna membantu kelancaran proses vaksinasi, pihak RSTKA menurunkan kurang lebih 61 relawan yang terdiri dari 15 dokter, 17 paramedis dan 29 admin. Ke-61 relawan ini berasal dari berbagai universitas, beberapa diantaranya adalah Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan Universitas Hang Tuah.

Sebagai informasi, pelaksanaan vaksinasi covid-19 di pelabuhan Tanjung Perak kali ini, merupakan kerjasama antara pihak RSTKA dengan beberapa stakeholders diantaranya adalah Pelindo III, Dinkes Kota Surabaya dan Dinkes Provinsi Jatim.

Oleh karenanya, pemberian vaksinasi dosis pertama ini tidak hanya ditujukan bagi pekerja dan buruh yang ber-KTP Surabaya semata, melainkan juga diberikan kepada masyarakat yang ber-KTP selain Surabaya.

"Jadi ini kerja gotong royong, kolaborasi bersama […] Perlu dicatat, vaksinasi ini tidak mesti KTP Surabaya, karena pesan dari dinkes Surabaya, mereka ingin melindungi semua masyarakat. Jadi warga yang ber-KTP luar Surabaya pun, kalau ada kesempatan kenapa tidak dilayani," pungkasnya.sem