ANALISA BERITA

PPKM Diperpanjang Tambah Runyam

Andri Arianto Sosiolog Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya menilai, PPKM Darurat akan mendapat penolakan dari masyarakat karena permasalahannya ada di masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Serta masyarakat yang masuk di Surabaya. Mereka apakah memahami atau tidak PPKM Darurat itu.

Meskipun banyak yang mengeluhkan penurunan pendapatan secara drastis, saya meyakini, masyarakat pasti bisa bertahan secara ekonomi pada masa pandemi. 

Karena pemerintah masih memberi ruang. Jadi menurut saya tidak ada masalah mekanisme bertahan, kalau PPKM sampai tanggal 20 Juli nanti, saya yakin, masyarakat masih mampu.

Yang bisa ditekankan selama ini, masyarakat harus benar-benar sadar secara informasi tentang bahaya gelombang kedua penyebaran Covid 19. Itu yang penting.

Yang saya khawatirkan, kalau masyarakat yang masih belum sadar. Bisa-bisa pemerintah bisa memperpanjang PPKM. Maka, dampaknya bisa bertambah menjadi runyam.

Meski begitu, sanksi yang ada bukan hanya sebagai efek jera. Tapi efek kesadaran bahwa pandemi gelombang kedua varian baru, dan lain lain memakan banyak korban yang terkena dampaknya. Yang jelas penanganan bersama, gotong royong membantu satu sama lain.

Saya melihat, selama masa PPKM Darurat, pemerintah sudah masif turun ke masyarakat melakukan sosialisasi dan edukasi demi kesadaran bersama. Pemerintah juga harus meyakinkan bahwa masyarakat sadar, dan mampu, mengantisipasinya dengan protokol kesehatan yang tepat. Sehingga nantinya pemerintah bisa tenang setelah lepas dari PPKM. ana/cr3/rmc