Pemerintah Siapkan Skema Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg Tertutup

Penyaluran Gas LPG 3 kg untuk kelompok miskin. SP/ BKF Kementerian Keuangan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saat ini Pemerintah tengah siap untuk menetapkan skema penyaluran subsidi LPG 3 kg secara tertutup kepada masyarakat. Penyaluran subsidi LPG 3 kg secara tertutup ini atas saran dari Badan Anggaran (Banggar) DPR usai melihat evaluasi pelaksanaan dengan skema terbuka atau subsidi terhadap barang tidak tepat sasaran.

Sebelumnya, penyaluran subsidi LPG 3 kg tersebut disalurkan dengan sistem terbuka yaitu ke produk yang disubsidi. Sehingga, pengawasan mengenai siapa yang bisa menikmati subsidi tersebut cenderung kendor.

Oleh karenanya adanya usulan skema penyaluran subsidi LPG 3 kg secara tertutup tersebut sebagai transformasi ke subsidi berbasis orang program perlinsos (perlindungan sosial). Dalam konteks LPG, diantaranya diarahkan ke program perlinsos. Jika program tersebut berhasil maka diharapkan bisa kita lakukan di tahun 2022.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, penyaluran subsidi secara terbuka dapat dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat. Padahal, pemberian subsidi ini ditujukan kepada kelompok 40% terbawah atau orang miskin.

Selain itu, Febrio juga menambahkan, bahwa penyaluran subsidi LPG 3 kg sampai saat ini masih terjadi selisih harga yang cukup tinggi, yaitu sekitar Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per tabung. Oleh karena itu, dirinya mengusulkan untuk menerapkan penyaluran subsidi LPG 3 kg diubah menjadi tertutup atau langsung kepada konsumen.

"Dilakukan dengan perbaikan sistem DTKS, ini dilakukan dengan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka updating, verifikasi, dan validasi data, sehingga datanya semakin reliabel dan akurat," ungkapnya, Rabu (7/4/2021).

Saat ini, terjadi ketidakadilan dalam penyaluran subsidi melalui skema yang lama, dilihat dari sudah sebanyak 36% dari kelompok miskin telah menikmati subsidi LPG 3 kg. Sementara kelompok 40% atas ada sebanyak 39,5% yang menikmati.

"Kelihatan bahwa yang menikmati subsidi itu adalah orang yang justru yang tidak berhak. Inilah yang kita perbaiki ke depan," jelasnya.

Diharapkan dengan adanya skema penyaluran secara tertutup tersebut dapat mencegah adanya ketidakadilan dalam penyaluran subsidi di kalangan kelompok miskin. Dsy18