Mayoritas Responden Setuju, Vaksin Indonesia Digratiskan

Grafis hasil polling

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Presiden Jokowi, bikin gebrakan jelang tutup tahun 2020. Keputusan vaksin gratis diambil setelah Jokowi menerima masukan dari berbagai kalangan. Jokowi mengumumkan pemberian vaksin corona secara gratis bagi masyarakat. Ini menghapus kekhawatiran sejumlah pengamat tentang biaya vaksin yang bebani rakyat.

Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk memprioritaskan dan merealokasi anggaran agar vaksin tersedia untuk seluruh masyarakat.

Presiden Joko Widodo juga memastikan akan menjadi penerima pertama vaksin Covid-19 di Indonesia. Suntikan pertama vaksin Covid-19 di Indonesia . Suntikan vaksin pertama kepadanya diharap memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman.

Pemerintah sendiri telah mengamankan 3 juta dosis stok vaksin Covid-19 siap pakai dari Sinovac. Saat ini, sudah ada 1,2 juta vaksin Sinovac buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, yang tiba di Indonesia sejak 6 Desember. Sisanya sebanyak 1,8 juta dosis vaksin siap pakai akan tiba pada Januari 2021.

Menanggapi hal itu, tim Litbang Surabaya Pagi menggelar polling kepada masyarakat dengan beberapa pertanyaan bagaimana tanggapan mereka tentang pemberian vaksin gratis untuk masyarakat indonesia. Polling dilakukan tepat pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 17.00 WIB, Kamis (17/12/2020).

Dengan koresponden rentang usia 18 tahun sampai 30 tahun dengan background pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, dan wiraswasta, orang tua dengan domilisi tidak hanya di Kota Surabaya tetapi juga di Sidoarjo, Gresik. Metode polling dilakukan menggunakan wawancara langsung menggunakan telepon dan WhatsApp. Selain media itu juga media sosial Facebook , Twitter dan Instagram.

Jumlah total responden yang dihimpun sebanyak 120 responden. Hasilnya, (lihat grafis di halaman 1) diperoleh responden yang memilih A sebanyak 70  persen dan B sebanyak 30 persen.

Berikut berbagai alasan dan komentar dari masyarakat tentang pemberian vaksin gratis untuk masyarakat indonesia, yang dihimpun oleh Tim Litbang Surabaya Pagi.

Warga Kedung Cowek, Novelia mengapresiasi langkah Presiden Jokowi untuk meminimalisir korupsi vaksin. ”Untung vaksin gratis, kalo berbayar ga tau kek mana lagi… uang rakyat yah harus dipakai untuk kepentingan bersama, bukan satu individu yang koruptor itu,” ungkap Novelia ke tim litbang SP, Kamis (17/12/2020).

Namun, ada warganet yang membalas pesan menyebut tidak ada sebenarnya vaksin gratis. “Rakyat bayar lewat Pajak... Ada pihak2 yg diuntungkan.. Terkesan vaksin Gratis, ini supaya rakyat tdk kritis sama Sinovac kayaknya.” tulis @AriefffSetiawan di pesan message Litbang Surabaya Pagi

Saat ditanya tentang vaksin apa yang diinginkan, bila benar digratiskan, Tim Litbang menemukan berbagai macam respon yang dikeluarkan oleh masyarakat, berikut macam repon yang dihimpun.

Salah satu akun Dondi Zulheri dalam twittnya menuliskan “Kalau maksud Presiden menggratiskan rakyat memakai vaksin merk sinovac padahal produsennya tidak memberikan jaminan tingkat efektivitasnya, ini sama saja dengan menjadikan rakyat Indonesia sebagai kelinci percobaan product sinovac. Dan ini namanya Pengkhianatan kepada rakyat” tulisnya menggunakan akun @dondi_zulheri.

Senada juga diungkapkan, salah satu akun twitter @emilefirson, yang mengutarakan hal sama dengan @dondi_zulheri. ”Tadi saya dengar berita yg dikasi gratis itu vaksin sinovac. Logika aja sih, sinovac yg bikin China, sedangkan China sendiri ga make sinovac tp pake vaksin lain “ tulis akun @emilefirson.

Berbeda dengan yang dituliskan oleh akun @yudiardana ”Aku mending milih vaksin yang dibuat Indonesia saja, karena vaksin buatan Indonesia lebih cocok dengan kondisi pandemi orang Indonesia” tulisnya di pesan Direct Message.

Sama halnya yang dituliskan oleh akun twitter @puliadong ”Aku sebagai rakyat menunggu vaksin merah putih saja”

Adapun salah satu akun yang mengatakan keraguannya tentang vaksin pertama yang akan disuntikkan ke presiden jokowi akan berbeda dengan vaksin yang digratiskan pada masyarakat”

“Jangan2 yang digratiskan presiden untuk rakyat vaksin sinovac sementara yang disuntikkan ke dirinya sendiri vaksin pfizer” tulis akun @OjanInter

Sedangkan Fatma warga Bulak Banteng Wetan, mengatakan  “Jadi orang Indonesia ini untuk kelinci percobaan vaksin sinovac...kalau berhasil China yang bakal meraup ke untungannya...pantes ada nya tarik ulur masalah gratis gaknya...semoga aja test pertama utk presiden mengunakan vaksin yang sama digratiskan. ana/litbang SP