Khofifah Harap MUI Jatim Jadi Frontliner Industri Halal Food Indonesia

Gubernur Jawa Timur, Khofifah menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. SP/ Mbi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur menghadiri  Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. Dalam acara yang berlangsung pada Senin (15/02/2021) malam tersebut, Khofifah Indar Parawansa ditemani oleh Perangkat Organisasi Masa Khidmat 2020-2025. di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/02/2021).

Pengukuhan tersebut dilaksanakan  berdasarkan SK Dewan Pimpinan Pusat  MUI No. Kep 41/DP MUI/1/2020. KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI Jawa Timur Periode 2020-2025 oleh Ketua Umum MUI Pusat KH. Miftachul Akhyar pada acara yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi Surabaya itu.

Tak hanya Khofifah, pengukuhan tersebut juga dihadiri antara lain Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, serta Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. 

Ditempat dan waktu yang sama, Khofifah juga dikukuhkan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jawa Timur, serta Wagub Emil Elestianto Dardak sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Jatim bersama KH. Ali Masyhuri, KH Abdusshomad Buchori, H. Saifullah Yusuf, KH. Marzuki Mustamar, KH. Sa’ad Ibrahim. 

Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur No. Kep. 01/MUI/DPM/II/2021 tentang Susunan Personalia Pengurus Komisi, Lembaga dan Badan MUI Provinsi Jawa Timur mengukuhkan sebanyak 20 orang sebagai Ketua  Komisi, Lembaga dan Badan MUI Provinsi Jatim Masa Khidmat 2020-2025. 

Dalam sambutannya, Leader Pemprov Jatim ini mengatakan, bahwa MUI Jatim diharapkan  bisa menjadi frontliner (beranda depan) untuk menyiapkan Industri Halal Food di Indonesia. 

Tak sampai disitu, Khofifah memaparkan, sebagaimana yang diketahui, umat Islam di dunia mencapai 1,9 Milyar atau setara 24%. Namun, Indonesia sebagai Negara yang mayoritas rakyatnya beragama islam ini merupakan importir terbesar halal food. Selain itu, Indonesia saat ini juga belum masuk 10 besar dunia untuk halal food. 

Maka dari itu, Khofifah mengatakan, pembangunan sentra-sentra industri makanan halal di setiap kabupaten/kota di Jatim bisa menjadi salah satu program strategis MUI Jatim Masa Khidmat 2020-2025. Dalam hal ini, MUI Jatim bisa saling bersinergi dengan Pemprov Jatim dalam banyak format.

“Ini bagian yang sangat penting untuk dibangun sinergitasnya. Jadi kami berharap, Kawasan Industri Halal (KIH) yang sekarang terinisiasi di Sidoarjo akan tersupport dengan kekuatan MUI di provinsi maupun kabupaten/kota,” tuturnya dengan optimisme bahwa Indonesia bisa masuk 10 besar produsen  Halal Food di dunia. 

Khofifah menilai, proses kolaborasi dalam struktur MUI terdapat kyai, santri dan akademisi, tentu merupakan kekuatan yang lengkap. Format seperti ini akan menjadi penguatan Jatim sebagai lokomotif produsen halal food. 

Sementara itu, Ketua MUI Prov. Jatim KH. M. Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Dewan Pimpinan MUI Jatim yang baru saja dilantik harus menjaga amanah dengan penuh tanggung jawab. Terlebih lagi, dirinya menegaskan bahwa menjaga amanah merupakan sebuah kemuliaan yang wajib hukumnya. 

Dirinya berharap, MUI harus jadi motor penggerak kekuatan pengembangan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah, dan Ukhuwah Wathaniyah. “Kita tentunya semua berharap dan berdoa mudah-mudahan kita semua melaksanakan amanah ini sebaik-baiknya,” harapnya. mbi