Kasdam dan Wakapolda Jatim Minta Prokes Jadi Kebutuhan

Kasdam V Brawijaya dan Wakapolda saat melihat dari dekat pelaksanaan vaksin di PT Interkraf Kedungpring Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pangdam V/Brawijaya yang diwakili oleh Kasdam Brigjen TNI Agus Setiawan bersama Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, meminta protokol kesehatan (Prokes) menjadi kebutuhan di tengah pandemi covid-19.

Wakapolda Jatim  menyampaikan agar masyarakat tidak perlu mempertanyakan terkait pemberlakuan PPKM, menurutnya jika masyarakat mau menjaga protokol kesehatan dan melaksanakannya dengan baik, maka secara otomatis PPKM akan turun levelnya. "Jadi prokes harusnya menjadi kebutuhan," ujarnya.

Disebutkan olehnya, kalau prokes sudah menjadi kebutuhan perlahan penyebaran covid akan berkurang. Selain masyarakat juga diminta untuk membentengi diri dengan vaksin, karena vaksin adalah salah satu yang bisa melindungi dari serangan covid. 

"Jadi saya mengajak diri saya maupun masyarakat, yang sudah melaksanakan vaksin harapan saya jangan sembrono, tetap dijaga, jangan nanti terus diluar tidak pakai masker, sama saja nanti. Vaksinasi itu sebagai ikhtiar untuk terhindar dari covid, tapi semua kembali pada diri kita, " tambah Wakapolda Slamet Hadi Supraptoyo, Kamis (28/7/2021) saat mengunjungi PT. Interkraft di Kedungpring Lamongan.

 

Kasdam dalam kesempatan itu menuturkan, bahwa vaksinasi tersebut untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Ditambahkannya bahwa target vaksinasi hari ini sebanyak 4 ribu vaksin sinovac.

"Kalau kita lihat capaian secara keseluruhan di provinsi Jawa Timur, Lamongan kalau tidak salah urutan 13, capaiannya sudah cukup bagus. Selain itu juga kita mencari capaian mobil yang dibentuk polda, satgas door to door mendatangi tempat-tempat yang susah untuk melakukan vaksinasi," kata Kasdam Agus.

Disampaikan pula oleh Kasdam Agus, target vaksinasi Jarim sebanyak 70 persen dari masyarakat Jatim yang berjumlah 41 juta, yakni 31,8 juta. Untuk saat ini vaksin dosis 1 baru mencapai 7,4 juta atau sekitar 23 persen, sedangkan dosis 2 mencapai 2,9 juta atau baru 9,2 persen.

Sementara itu Bupati Yuhronur Efendi juga sangat mendukung pelaksanaan serbuan vaksinasi ini. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Lamongan masih sekitar 16,6 persen, sehingga menurutnya harus terus dilakukan secara masif guna ketercapaian herd immunity.

"Yang penting bagaimana herd immunity ini bisa tercapai. Lamongan sendiri masih sekitar 16,6 persen untuk dosis 1. Sehingga ini harus terus kita kejar. Kita juga menyesuaikan dengan kondisi turunnya vaksin, tapi yang jelas kita sudah hampir 100 persen jika dibandingkan antara vaksin yang datang dan yang sudah kita salurkan. Sayak ira kita bisa lah, sekali lagi ini tergantung juga dengan jumlah vaksin," jelasnya. jir