Jerit Pedagang SNQ, Omzet Berkurang Karena Pandemi

Lapak pedagang Surabaya North Quay. SP/SNQ

SURABAYAPAGI, Surabaya -Pedagang Surabaya North Quay (SNQ), mengeluhkan omzet penjualan yang kian menurun akibat pandemi covid-19. 

Musabab penurunan ini terjadi karena sepinya pengunjung yang datang ke wisata laut yang berlokasi di lantai 3 terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.

Keluhan pertama datang dari Wiwi, salah satu penjual takoyaki. Menurut Wiwi, selama pandemi berlangsung, omzetnya berkurang hingga mencapai 50 persen.

Penurunan omzet terparah terjadi pada hari biasa yakni dari hari Selasa hingga Jumat. "Itu paling dapat 180 ribu sampai 200 ribu," kata Wiwi kepada Surabaya Pagi, Jumat (19/03/2021).

Sebelum pandemi, penjual takoyaki seperti Wiwi bisa menghasil omzet rata-rata Rp 500 hingga Rp 1 juta untuk hari biasa. Sementara untuk week end seperti hari Sabtu dan Minggu, ia bisa meraup keuntungan kisaran Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Sekarang week end kadang 500 ribu, kadang 850 ribu. Jadi gak tentu tergantung pengunjung," katanya

Pedagang lain seperti Neri jual mengeluhkan hal serupa. Di SNQ, Neri menjual Ice blend boba. Rata-rata omzet perhari yang didapatkannya selama pandemi hanya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

"Sepi sekarang, dulu kalau hari biasa seperti ini bisa sampai 500 ribu," kata Neri 

Bila week end tiba, omzet penjualan Neri sedikit meningkat diangka Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. "Ya omzet week end saat pandemi dengan omzet hari biasa sebelum pandemi samalah mas," katanya

Kendati omzet berkurang, ia mengaku masih bisa membayar biaya sewa lapak di SNQ. Harga sewa lapak sendiri sekitar Rp 1.013.600 per bulan.

"Itu dipotong empat kali, ada penjualan, listrik, air, dapur, sama pemotongan yuzu. Yuzu kita dikasih 4 box," katanya.sem