Jelang Idul Adha, Disnak Jatim Waspadai Penyebaran Antraks

Petugas menunjukkan foto infeksi kulit pada lengan warga pascakematian 26 ekor sapi akibat bakteri antraks di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (7/6/2021). SP/ANT/Destyan Sujarwoko

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan datang, Dinas Peternakan (Disnak) Jatim menyerukan peningkatan kewaspadaan terhadap sebaran penyakit antraks .

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim, Diana Devi mengatakan, antisipasi perlu dilakukan karena baru-baru ini ada temuan hewan ternak yakni sapi dan kambing yang terinfeksi antraks di Tulungagung. Bahkan sempat terjadi penularan ke manusia. 

Dalam upaya mencegah penularan tersebut, Diana menuturkan, pihaknya telah menerbitkan edaran yang ditujukan kepada pemerintah kabupaten/ kota terkait kewaspadaan terhadap penyakit antraks. Khusus untuk Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya. Edaran tersebut berisi imbauan agar hewan ternak yang dijual harus diperiksa terlebih dahulu kesehatannya. 

"Harus mungkin daerah yang pernah tertular ada suratnya. Kesehatan secara utuh harus ada," ujarnya di Surabaya, Rabu (23/6).

Diana menegaskan, screening ketat harus dilakukan, terutama terhadap hewan kurban asal Tulungagung. Utamanya hewan kurban dari Kecamatan Pagerwojo yang berstatus zona merah penyebaran antraks. Kemudian ada juga salah satu desa di Trenggalek yang berstatus zona kuning antraks. Yakni desa yang berbatasan dengan Tulungagung.

"Desa itu di Tulungagung zona merah, tetangganya zona kuning, ada satu desa di Trenggalek," ujar Diana.

Diana menyampaikan  pihaknya juga telah melakukan vaksinasi terhadap hewan-hewan kurban di Tulungagung dan sekitarnya pascatemuan antraks. Ia juga mengaku terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap penjualan hewan kurban di Jatim. 

"Kalau Surabaya dan Sidoarjo ada stempelnya. Kita turun ke lapak, kita tempeli stiker. Tapi di setiap kabupaten kan beda. Intinya ternak Idul Qurban harus sehat," kata dia.sb4/na