Industri Kerajinan dan Batik Jadi Penopang Pemulihan Ekonomi

Para pekerja yang sedang menyelesaikan batik tulis. SP/ Kemenperin

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka menompang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong pengembangan di sektor industri kerajinan dan batik di antaranya dengan memberikan dukungan terhadap inovasi, serta menciptakan ekositem yang menunjang industri kerajinan dan batik melalui kegiatan ‘Innovating Jogja 2021’.

Kegiatan Innovating Jogja 2021 tersebut membuka kesempatan bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya, berusia di bawah 45 tahun, dan memiliki inovasi serta semangat menjadi wirausaha untuk mengirimkan ide dan inovasinya di bidang kerajinan dan batik.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi mengatakan, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kemenperin akan terus mengawal dan memfasilitasi ide-ide dan inovasi luar biasa yang dilakukan secara mandiri maupun berkolaborasi oleh para pelaku industry.

"Melalui kegiatan Innovating Jogja 2021, diharapkan hasil-hasil inovasi tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri," imbuhnya, Kamis (24/6/2021).

Dengan memfasilitasi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengikuti program inkubator bisnis. Pada gelaran tersebut, dicari start-up berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik dengan sistem kompetisi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, Titik Purwati Widowati menambahkan, pendaftar kegiatan Innovating Jogja tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tahun ini ada pendaftar yang berasal dari luar Yogyakarta dan luar pulau Jawa.

“Selain mendorong peningkatan bisnis, kegiatan innovating Jogja 2021 juga memfasilitasi para tenant untukmeningkatkan kualitas produknya melalui pendampingan penyusunan dokumen sistem mutu, fasilitasi pengujian produk serta sertifikasi produk dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” tandasnya. Dsy2a