Garuda Terancam Bangkrut, Jokowi Diminta Turun tangan

Maskapai PT Garuda Indonesia

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ini PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari kebangkrutan.

Kini, Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) turun lapangan memohon kepada Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani segera menyelamatkan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Mereka juga menyampaikan surat terbuka untuk Presiden dan para Menteri terkait usaha penyelamatan bisnis Garuda ini agar dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi perseroannya segera cair.

"Kami dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia memohon kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri BUMN/Pemegang Saham Mayoritas PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Ibu Menteri Keuangan kiranya dapat merealisasikan pencairan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional/PEN untuk Garuda. Karena sampai saat ini dana PEN tersebut belum bisa dicairkan, sementara Garuda Indonesia sangat membutuhkan dana PEN untuk modal Kegiatan Operasional agar terhindar dari kebangkrutan," kata Dwi Yulianta, Ketua Umum Sekarga Kamis kemarin (28/1/2021).

 

Dampak dari Pandemi

Dwi mengungkapkan dampak dari pandemik Covid-19 sangat memukul Industri Penerbangan, karena menurunnya jumlah penumpang yang sangat drastis dan kondisi ini sebagai akibat dari pembatasan sosial dan perjalanan udara baik Domestik maupun Internasional.

"Dimana hal ini sangat berdampak pada menurunnya secara signifikan kinerja keuangan Garuda dan juga seluruh maskapai yang ada di dunia, bahkan beberapa maskapai luar negeri sudah mengalami kebangkrutan," lanjutnya.

Sebagai Flag Carier Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Nasional yang dibentuk pada tahun 1949 oleh Pemerintah dan sebagai pembawa Logo Lambang Burung Garuda ke dunia Internasional.

Garuda Indonesia sampai saat ini adalah satu-satunya maskapai penerbangan Nasional pada kategori Full-Service Airline yang sudah mendapatkan pengakuan luas dari dunia Internasional dalam hal manajemen, keselamatan penerbangan, maupun pelayanan penumpang.

 

Jaringan Rute Seluruh Domestik

Selain itu Garuda Indonesia juga sudah memiliki jaringan rute yang menjangkau seluruh wilayah domestik dan Internasional yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam pengembangan pariwisata sebagai program utama pembangunan Nasional. "Ini demi menjaga kelangsungan Perusahaan Maskapai Kebanggaan Nasional Milik Bangsa," seru Dwi.

Maskapai dengan sandi efek GIAA di bursa tersebut sejak awal tahun direncanakan mendapatkan dana PEN sebesar Rp8,5 triliun melalui skema obligasi wajib konversi (OWK) dari pemerintah RI sebagai pemegang saham terbesar.

Dana ini untuk menutupi kerugian dan kebutuhan operasionalnya di tengah kinerja perusahaan yang porak poranda akibat pandemi Covid-19.

Dalam laporan keuangan per September 2020, manajemen Garuda Indonesia menyampaikan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kinerja perseroan hingga akhirnya membukukan kerugian hingga US$1,13 miliar atau setara Rp16,03 triliun.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (28/1/2021) sesi I, saham GIAA ditutup melemah 5 persen ke level 304. Secara year to date (ytd) penurunan harga sahamnya sudah mencapai 24,75 persen.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, mengungkapkan masih menghadapi penurunan pendapatan yang cukup dalam pada 2020 jika dibandingkan dengan 2019.  erc/jk/rmc