Eksis Inovasikan Susu Kurma Segar di Musim Ramadhan

Ninda Alivia tengah mengemas susu kurma buatannya. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Di musim pandemi Covid-19 yang banyak mematikan berbagai usaha maupun UMKM justru tak membuat Ninda Alivia merasa putus asa. Ia pun tetap berinovasi dan sukses mengubah buah kurma di kala Bulan Suci Ramadhan menjadi minuman susu yang sehat yang merupakan buah khas paling digemari warga yang berpuasa.

Ninda Alivia yang kerap disapa Ninda ini, mengaku mulai menjajal membuat susu kurma sejak awal Ramadan ini. Berbekal kebiasaan keluarganya yang rutin meminum susu, membuatnya mendapat ide untuk mencoba membuat resep baru. Namun karena rasanya yang enak dan menyehatkan, dia pun mencoba membuat menu minuman dari susu dengan varian rasa buah kurma.

"Awalnya memang untuk konsumsi pribadi, karena mengonsumsi susu sapi segar memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kebetulan pas saya unggah di media sosial, ternyata banyak yang nanyain, ya dari situ akhirnya memutuskan untuk coba membuat banyak," jelasnya, Minggu (9/5/2021).

Sedangkan untuk proses pembuatan susu kurma tidaklah susah. Bahkan, tidak perlu membutuhkan resep atau ketentuan khusus. Yakni hanya merebus susu sampai matang dan tanpak mengental, kemudian ditambahkan dengan cairan kurma yang telah dihaluskan.

Pengemasan susu kurma pun harus dilakukan setelah cairan susu tersebut dingin. Sehingga susu kurma tidak mudah basi. Untuk itu, dia selalu menyarankan kepada pelanggannya untuk segera mengonsumsi susu kurma setelah kemasannya dibuka.

Ninda juga menggandeng tetangga yang merupakan peternak susu sapi sebagai bahan baku utama produksi susu kurma buatannya. Dalam sehari dia mampu menggunakan sekitar 16 liter susu sapi segar. Jumlah itu bisa menghasilkan sekitar 100 botol susu kurma kemasan 250 mili liter (ml).

Namun, Ninda untuk saat ini belum bisa melayani permintaan pembeli dari luar kota. Sebab, susu kurma buatannya hanya mampu bertahan selama sehari pada suhu normal. Namun apabila disimpan dalam lemari pendingin, dapat bertahan sampai sepekan.

"Sementara masih wilayah Blitar saja karena memang ini (susu kurma, Red) dibuat asli tanpa pengawet, jadi ndak tahan lama kalau dikirim ke luar kota," bebernya.

Ninda menuturkan, meski terhitung baru beberapa pekan menjual susu kurma, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Mereka memilih membeli susu kurma untuk menu berbuka puasa. Selain itu, ada pula yang memesan dengan jumlah banyak untuk acara bagi takjil maupun bingkisan kepada rekan dan keluarga. Dsy6