Dongkrak Penjualan dengan Relaksasi PPN

Prany Riniwati Direktur Jade Group saat meninjau perumhan Jade Sudimoro di Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (20/3/2021).

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pengembang hunian di Sidoarjo melalui program relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berhasil mendongkrak penjualan unit per Maret 2021.

PPN ini berlaku untuk hunian seharga kurang dari Rp 2 miliar dan diskon PPN 50 persen untuk rumah seharga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Stimulus tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Dampak stimulus turut dirasakan oleh PT Jade Development selaku pengembang perumhaan Jade Sudimoro, Tulangan, Sidoarjo.

Konsumen yang selama pandemi Covid-19 menahan pembelian rumah sejak program stimulus itu diberlakukan mulai 1 Maret 2021 lalu langsung ramai-ramai berburu rumah idamannya.

Hal ini pun dirasakan PT Jade Development, pengembang perumahan Jade Sudimoro di Tulangan, Sidoarjo. Direktur Jade Group, Prany Riniwati mengungkapkan, hingga saat ini selama bulan Maret 2021 saja pihaknya sudah menerima transaksi penjualan sebanyak 40 unit rumah dari berbagai tipe.

Padahal sebelumnya terutama pada Januari dan Februari 2021 lalu rata-rata penjualan di Jade Sudimoro sebanyak 40 unit per bulan.

"Artinya dengan adanya stimulus PPN Maret ini penjualannya bisa melonjak 100 persen," katanya di sela meninjau lokasi proyek di Jade Sudimoro, Sidoarjo, Sabtu (20/3/2021). Prany menambahkan, karena tingginya permintaan tersebut, apalagi kebanyakan konsumen memanfaatkan program pembebasan PPN untuk rumah baru yang berlaku Maret-Agustus 2021, pihaknya berupaya untuk memenuhi persyaratan yakni rumah harus sudah diserahterimakan alias ready stock sebelum 31 Agustus 2021.

"Untungnya kami memang sudah terbiasa membangun rumah tanpa harus menunggu ada pembayaran DP dari konsumen alias menyiapkan rumah ready stock," ulas Prany. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya mengebut pembangunan rumah untuk ready stock hingga dua kali lipat. Hingga akhir Agustus 2021 nanti, Prany menargetkan ada 150 unit rumah ready stock. Dia bersyukur, dari jumlah itu sudah terpesan 75 unit oleh konsumen. "Kita biasanya membangun rumah ready stock sekitar 60-75 unit. Makanya dengan program stimulus ini kami genjot dua kali lipat," ujarnya.

Pihaknya pun bersyukur, dengan membaiknya penjualan tersebut membuktikan bahwa program stimulus pemerintah mampu mendorong pemulihan ekonomi dalam negeri.

Dia menggambarkan, penjualannya sempat lesu pada 2019 terlebih sejak adanya pandemi Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020 lalu. "Namun kami bersyukur dengan konsistensi kualitas bangunan, harha terjangkau, serta marketing, penjualan Jade Sudimoro mulai membaik pada Juni 2020. Dimana pada semester dua tahun lalu rata-rata penjualan kami bisa 15-20 unit per bulan," beber Prany.

Di Jade Sudimoro, ada beberapa pilihan tipe rumah mulai kapasitas 2 kamar tidur hingga 3 kamar tidur dengan harga mulai Rp 295 jutaan hingga Rp 410 jutaan. Harga tersebut sudah dipotong atau bebas PPN. "Untuk KPR kami didukung semua bank BUMN, diantaranya Bank Mandiri, BTN, BRI, BNI, hingga Bank Syariah Indonesia. Kami juga memberi kemudahan berupa free biaya KPR, BPHTB, serta biaya balik nama," ungkap Prany.

Jade Sudimoro sendiri secara keseluruhan memiliki luas areal 10 hektare, dan baru dikembangkan seluas 5 hektare. Hingga saat ini secara total sudah ada 300 unit rumah yang terbangun, dimana sebanyak 200 unit sudah dihuni.

"Selain one gate system dan row jalan yang lebar, kami membangun sejumlah fasilitas seperti masjid, playground, lapangan futsal, taman, kebuh buah dan kawasan komersial," ujarnya.

Prany juga menambahkan, pada semester II nanti pihaknya bakal melaunching ruko yang berlokasi di areal terdepan. "Kami akan membangun 18 unit ruko dua lantai dengan harga sekitar Rp 700 jutaan," tambahnya.