Butuh Jiwa Gerd Muller, Klose dan Hansi Flick

Catatan Piala Eropa Raditya M. Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Die Mannschaft, sejak tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2018 lalu, masih belum banyak berubah. Yang menjadi catatan saya, Jerman, masih kesulitan mencari bomber setajam Gerd Müller, Jürgen Klinsmann, Rudi Völler dan Miroslav Klose.

Hal ini terlihat saat mengawali pertandingan Piala Eropa 2020 melawan Prancis, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB kemarin. Mereka menguasai ball possesion, tetapi tak mampu mencetak gol ke gawang Prancis. Alhasil, anak asuh Joachim Löw ini takluk 0-1. Itupun lewat gol bunuh diri Mats Hummels.

Sabtu malam nanti, bila kalah lagi dari Portugal. Otomatis langsung angkat kaki dari Euro. Padahal Jerman kali ini menjadi tuan rumah.

Bagi Löw, pelatih yang bakal segera mundur itu mengatakan sebelum Euro 2020 bahwa dia ingin tutup buku dengan "sesuatu yang istimewa". Tetapi harapan mencapai tahap spesial itu musim panas ini bisa berubah menyedihkan berdasarkan dari penampilan Jerman.

Kekalahan 0-1 mereka dari Prancis adalah pertama kalinya Jerman dalam pertandingan pembuka putaran final Euro. Tetapi yang paling mengkhawatirkan Low adalah tiadanya naluri membunuh di depan gawang dalam timnya saat laga di Allianz Arena itu.

Melawan Prancis, Jerman memainkan peran false nine, yakni menempatkan Serge Gnabry sebagai pemain nomor 9. Dibelakangnya Kai Havertz dan Thomas Müller sebagai pendobrak. Sesekali, Müller bertukar peran dengan Gnabry sebagai ujung tombak.

Yah, Jerman kehilangan sosok striker haus gol yang menjadi pembunuh di depan gawang lawan. Timo Werner yang digadang-gadang menjadi pengganti Miroslav Klose, masih angin-angin. Apalagi sejak pindah dari RB Leipzig ke Chelsea. Sedangkan, di Piala Eropa kali ini, Löw hanya membawa Kevin Volland dan Timo Werner sebagai penyerang.

Volland sendiri, sejak bersama Bayer Leverkusen dan kini di AS Monaco, sama-sama lebih bermain melebar. Tak jauh beda dengan Timo. Buruknya, Timo dari empat laga terakhir bersama Jerman, selalu menyia-nyiakan peluang.

Padahal, pada laga laga pertama kemarin, Jerman melepaskan 10 tembakan ke arah gawang lawan tanpa berhasil berhasil menjadi gol. Miris. Padahal, Gnabry, di klub bersama Bayern München pernah mencetak empat gol ke gawang Tottenham Hotspur yang dijaga Hugo Lloris. Ada apa?

Pasalnya, Jerman sendiri dalam 5 tahun terakhir, di Bundesliga belum punya penyerang tajam yang asli orang Jerman. Bundesliga, beberapa tahun terakhir, daftar top skor dihuni striker non pemain Jerman. Bisa ditengok, Robert Lewandowski (Polandia/Bayern München), Wout Weghorst (Belanda/Vfl Wolsburg), Erling Braut Haaland (Norwegia/Borussia Dortmund) Andre Silva (Portugal/Eintracht Frankfurt) yang mengisi daftar pencetak gol musim 2020/2021.

Tetapi, justru para gelandang mereka lebih tajam ketimbang Strikernya. Timo Werner, sebelum hijrah ke Chelsea, masih bersama Leipzig juga sangat tajam. Tapi kembali lagi, Timo masih angin-anginan.

Kini, melawan Portugal, skuad Löw dituntut kreatif. Produktif dan akurat di depan gawang, dan harus kolektif dan kuat di sektor belakang.

Bila bisa dicoba, Löw harus berani menurunkan pemain muda yang baru dipanggil, Jamal Musiala. Löw harus meminta jurus jitu dari Hansi Flick. Bila nanti Jamal Musiala diberi kesempatan, Thomas Müller akan lebih dimajukan ke depan sebagai striker. Pasalnya, Müller pandai membuka ruang di pertahanan lawan. Dengan kemampuan Müller bersama Bayern, second line Jerman harus diisi dengan pemain-pemain berkecepatan dan kelincahan untuk menusuk ke jantung pertahanan.

Bila menggunakan formasi 3-4-2-1, dibelakang Müller, ada Serge Gnabry dan Kai Havertz. Kemudian, Jamal Musiala, Ilkay Gündogan dan Toni Kroos dan Joshua Kimmich bisa dicoba. Sedangkan Robin Gosens lebih ditarik kebelakang bersama Mats Hummels dan Antonio Rudiger. Atau Gosens disimpan dulu, dengan tetap menurunkan Rudiger, Hummels dan Matias Ginter. Sedangkan Manuel Neuer tetap menjadi benteng kokoh dibelakang tiga center back itu.

Saya berharap, sebelum meninggalkan timnas Jerman, Löw bisa berdiskusi dengan Hansi Flick yang pernah bekerja sama  saat menjuarai Piala Dunia 2014 lalu. Semoga melawan Portugal nanti, Jerman bisa meraih kemenangan dan peluang lolos. ([email protected])