Bus Senilai Rp 1,7 Raib Dicuri Kawanan Maling

Bus yang dicuri kawanan maling.

 

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Di tengah pandemi saat ini, aksi kawanan maling semakin marak. Bahkan yang satu ini terbilang nekad. Bagaimana tidak, umumnya maling kendaraan mencuri sepeda angin atau motor, namun para pelaku yang jumlahnya diperkirakan berjumlah lebih dari 10 orang itu mencuri sebuah bus pariwisata model SHD (Super High Decker) yang tengah terparkir.

Akibat kejadian itu, korban Arif Salamin (42) warga Desa Sepande, Candi Sidoarjo mengalami kerugian mencapai Rp 1,7 miliar.

Korban yang merupakan pemilik usaha Travel itu menceritakan kejadian pencurian bus nopol B 7462 KGA terjadi pada Minggu (24/1) malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Awalnya, para pelaku merusak gembok kamar kru dan teknisi bus yang berisi peralatan bus dan kunci kontak. Selanjutnya, para pelaku membuka pintu bus dengan menggunakan kunci kontak yang diambil dari kamar teknisi. Kebetulan saat kejadian garasi tidak ada yang menjaga.

"Garasi saat itu tak ada yang jaga, dan warga sekitar garasi mengira bus itu akan berangkat tur, karena kalau berangkat tur sering malam hari," paparnya, Senin (25/01).

Setelah berhasil membuka pintu bus, mereka mendorong bus itu ramai-ramai. Karena bus berwarna merah itu beberapa bulan terakhir mesinnya trouble dan tidak beroperasi. Setelah didorong sebanyak tiga kali, akhirnya mesin bus bisa nyala.

"Setelah mesin hidup, bus langsung dibawa kabur oleh para pelaku," terangnya.

Korban baru tau jika bus berisi 50 tempat duduk itu hilang pada keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kru bus akan membenahi mesin bus, dan bus Imma Trans itu sudah tidak ada di tempat. Saat itu di parkiran ada 4 bus dengan bus yang hilang itu. Mendapatkan kabar hilangnya bus itu, korban langsung bergegas ke parkiran.

"Dari warga sekitar, ada beberapa yang menyaksikan kejadian itu. Dan peristiwa itu sudah saya laporkan ke Polresta Sidoarjo," terangnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan korban Arif Salamin dan sekarang perkara itu dalam penyelidikan Satreskrim Polresta Sidoarjo. "Perkara itu sekarang dalam proses penyelidikan," pungkasnya.