Banjir Hadiah untuk Greysia/Apriyani

Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

SURABAYAPAGI.COM, Tokyo - Indonesia menambah dua medali hari ini dari cabang olah raga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Yakni, emas dari pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Sedangkan medali perunggu dari tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting. Praktis emas ini menjadi kado manis bagi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 nanti.

 

Selain itu, raihan emas dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu ini mencatatkan sejarah kontiingen Indonesia. Khususnya di cabang bulu tangkis. Yakni seluruh nomor di bulu tangkis Olimpiade ini, medali emas sudah diraih. Mulai tunggal putri, tunggal putra, ganda putra, ganda campuran dan kini ganda putri.

Raihan emas Greysia/Apriyani ini pun langsung disambut bonus dan beragam hadiah dari beberapa pejabat hingga selebgram di Indonesia.

Mulai bonus Rp 5 Miliar untuk peraih emas dari Kemenpora, juga beberapa hadiah dari pihak swasta diantaranya dari selebgram yang memberikan hadiah yang beragam.

Bos dari J99.corp yang juga bos MS Glow, Gilang Widya Pramana, memberikan hadiah tambahan Rp 500 juta. Selain Gilang, juga YouTuber Arief Muhammad yang memberikan bonus gerai kuliner Baso Aci Akang untuk Greysia/Apriyani.

“Finally!! Bangga banget sama Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Terima kasih Sudah membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Sesuai janji, cabang @basoaciakang untuk kalian sudah menunggu di Indonesia. Masing-masing dapet satu!” Kata Arief Muhammad dalam akun Instagramnya, Senin (2/8/2021).

Selain itu, juga ada bonus berupa sebidang tanah yang dijanjikan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut untuk Greysia Polii yang merupakan atlet berdarah Manado, Sulawesi Utara.

Sementara, Presiden Joko Widodo langsung menyapa pasangan emas ganda putri itu melalui video call.

“Terima kasih selamat sore. Greys dan Apri. Saya mewakili seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas keberhasilan emasnya. Sekali lagi selamat atas keberhasilan mempertahankan tradisi emas olimpiade bagi Indonesia. Saya betul-betul seneng banget. Saya sangat bangga. Apalagi waktu Indonesia Raya berkumandang,” ucap Jokowi, Senin (2/8/2021)..

Dia menyampaikan ucapan selamat karena pasangan ini telah mampu mempertahankan tradisi emas olimpiade bagi Indonesia. Jokowi mengaku sangat senang sekali.

Asal muasal Badminton alias bulutangkis resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade bermula sejak Olimpiade Barcelona 1992. Sebelum itu, badminton hanya jadi cabang yang didemonstrasikan (demonstration sport) pada Olimpiade Munich 1972 dan cabang eksibisi (exhibition sport) pada Olimpiade Seoul 1988.

Ketika telah resmi menjadi cabang olahraga di Olimpiade Barcelona 1992, nomor yang dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri. Nomor ganda campuran baru menjadi nomor yang dipertandingkan sejak Olimpiade Atlanta 1996.

Yang menarik, dalam semua cerita tentang badminton alias bulutangkis di olimpiade itu selalu ada Indonesia. Atlet badminton Indonesia adalah bagian dari sejarah bulu tangkis di Olimpiade dalam naik turunnya tersebut, dari masa ke masa. Perkecualian terjadi hanya untuk Olimpiade London 2012. Hanya di sini, badminton gagal total membawa pula satu pun medali dari olimpiade. Ini catatan sumbangsih badminton bagi kontingen olimpiade Indonesia dari masa ke masa.

Periode 1992-2016

Resmi menjadi cabang olahraga pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia langsung mencetak sejarah dengan persembahan lima medali. Rinciannya, dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Medali emas didapat dari nomor tunggal putri dan tunggal putra, medali perak dari tunggal putra dan ganda putra, serta medali perunggu dari tunggal putra.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, seluruh medali yang didapat Indonesia datang dari badminton. Melalui Susi Susanti, Indonesia juga adalah peraih medali emas pertama badminton sebagai cabang olahraga resmi di olimpiade.

Sejak itu hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016, badminton merupakan penyumbang tetap medali bagi kontingen olimpiade Indonesia, kecuali pada Olimpiade London 2012 yang gagal total menyabet satu pun medali.

Pada Olimpiade Atlanta 1996, bulutangkis menyumbang empat medali, yaitu satu medali emas dari nomor ganda putra, medali perak dari tunggal putri, serta medali perunggu dari ganda putra dan tunggal putri.

Berikutnya, di Olimpiade Sydney 2000, badminton mempersembahkan tiga medali, yaitu medali emas dari nomor ganda putra serta medali perak dari tunggal putra dan ganda campuran.

Adapun pada Olimpiade Athena 2004, badminton mendapatkan tiga medali, yaitu medali emas dari tunggal putra serta medali perunggu dari tunggal putra dan ganda putra.

Berlanjut, pada Olimpiade Beijing 2008, badminton menyumbang tiga medali, yaitu emas dari nomor ganda putra, medali perak dari ganda campuran, serta medali perunggu dari tunggal putri.

Kegagalan pada Olimpiade 2012 London dibayar pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dengan perolehan medali emas dari ganda campuran, meski juga hanya itu saja. Medali ini didapat dari nomor ganda campuran. jk/tk/dsy/cr2/rmc

 

 

Tradisi Medali Indonesia di Bulutangkis Olimpiade 1992-2020

Barcelona 1992

Emas: Susy Susanti (Tunggal Putri), Alan Budikusuma (Tunggal Putra)

Perak: Ardy Wiranata (Tunggal Putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (Ganda Putra)

Perunggu: Hermawan Susanto (Tunggal Putra)

Atlanta 1996

Emas: Ricky Subagja/Rexy Mainaky (Ganda Putra)

Perak: Mia Audina (Tunggal Putri)

Perunggu: Antonius Ariantho/Denny Kantono (Ganda Putra), Susy Susanti (Tunggal Putri)

Sydney 2000

Emas: Candra Wijaya/Tony Gunawan (Ganda Putra)

Perak: Tri Kusharjanto/Minarti Timur (Ganda Campuran), Hendrawan (Tunggal Putra)

Perunggu: -

Athena 2004

Emas: Taufik Hidayat (Tunggal Putra)

Perak: -

Perunggu: Eng Hian/Flandy Limpele (Ganda Putra), Sony Dwi Kuncoro (Tunggal Putra)

Beijing 2008

Emas: Markis Kido/Hendra Setiawan (Ganda Putra)

Perak: Liliyana Natsir/Nova Widianto (Ganda Campuran)

Perunggu: Maria Kristin Yulianti (Tunggal Putri)