Yoshihide Suga: Anak Petani jadi PM Jepang

Yoshihide Suga, Sekretaris Kabinet Jepang, Menjadi Perdana Menteri Pengganti. SP/CN

SURABAYAPAGI.com, Jepang – Sepengunduran diri Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe karena sakit, Partai Demokrat Liberal (LDP) menggelar pemungutan suara untuk mencari kandidat yang layak menduduki posisi PM Jepang yang baru.  

Setelah pemungutan suara tersebut, LDP memilih sekretaris kabinet, Yoshihide suga, sebagai perdana menteri menggantikan Shinzo Abe. Dengan fokus utama menghadapi virus corona dan memulihkan perekonomian Jepang.

Dilansir Associated Press, Senin (14/9), Suga berhasil mendapatkan 377 suara dalam pemungutan suara. Sedangkan dua pesaingnya, Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan mantan Menteri Luar Negeri sekaligus kepala kebijakan LDP, Fumio Kishida, hanya mendapatkan 157 suara jika suara keduanya digabungkan.

Hasil proses pemungutan suara yang dilakukan oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) itu dinilai tidak mengejutkan dan sudah diperkirakan sejak Abe mundur dari posisinya sebagai perdana menteri. Sebab, Yoshihide Suga memang kandidat yang paling diunggulkan di antara dua pesaingnya yaitu, Menteri Pertahanan Shigeru Ishiba dan mantan Menteri Luar Negeri, Fumio Kishida.

Politikus berusia 71 tahun itu adalah teman dekat Abe, baik di partai maupun pemerintahan. Suga bahkan dinilai sebagai tangan kanan Abe. Jika Suga resmi menggantikan Abe, para analis memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan ekstrem yang akan dilakukan Jepang.

Jepang saat ini sudah berada dalam resesi sebelum pandemi virus corona. Namun, di sisi lain keuntungan yang banyak dari kehadiran kebijakan ekonomi Abenomics sekarang dalam bahaya.

Berbeda dengan sahabatnya, Abe, Suga memiliki latar belakang sebagai anak seorang petani. Lahir dan tumbuh di daerah pedesaan di prefektur Akita.

Pertaruhan politiknya dimulai ketika Suga bersaing memperebutkan posisi anggota Dewan Kota Yokohama. Karena tidak punya kenalan politikus dan minim pengalaman, dia harus bekerja keras meraih simpati dan memperkenalkan diri, saat itu dia berkampanye dengan mengunjungi setiap rumah penduduk. Dalam sehari dia menyambangi sekitar 300 rumah warga, dan di akhir kampanye, Suga tercatat mengunjungi 30 ribu rumah penduduk. Hingga saat ini dikenal sebagai politikus yang tangguh.

Akan tetapi dibalik ketangguhannya, Suga memiliki kekurangan dalam menjalankan politik luar negeri. Sebab, posisi Jepang saat ini rentan akibat sengketa Laut China Selatan, agresivitas militer China, polemik Taiwan dan Hong Kong, serta Korea Utara. dkp