YMI ITS dan LMI bersinergi atasi dampak Covid-19

Surabaya, SURABAYAPAGI.com —Kebijakan pemerintah social distancing yang diterapkan cukup memberikan efek bagi kehidupan masyarakat.

Selain bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, pembatasan kegiatan di luar rumah juga berdampak pada aspek ekonomi.

Banyak pengemudi ojek online yang sepi orderan, tidak sedikit toko yang kehilangan pelanggan, sampai kaum dhuafa yang terancam keberlangsungan pangannya.

Situasi sulit tersebut langsung direspon oleh YMI ITS dan LMI untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak.

Program Berbagi Makanan Gratis ini merupakan kolaborasi Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Kegiatan sosial tersebut diselenggarakan pada hari Rabu (01/04) yang tersebar di lima wilayah, yakni Keputih, Kejawen Gebang, Mulyosari, Gebang, dan Halte Bundaran ITS sebagai pusatnya.

Terdapat 200 paket makanan yang diberikan kepada masyarakat terdampak, seperti pengemudi ojek online, tukang becak, petugas kebersihan, supir angkot, supir taksi, mahasiswa, hingga penjual makanan keliling.

Trianto, Ketua Pengurus YMI ITSengatakan, Program Berbagi Makanan Gratis ini dilaksanakan rutin setiap 2 hari sekali, dengan harapan dapat membantu mengurangi biaya makan bagi mereka yang terdampak kondisi saat ini.

Program ini, lanjut Adi Dharma selaku Wakil Ketua 1 Pengurus YMI ITS, akan berlangsung selama April dan akan dilanjutkan pada bulan berikutnya jika situasi tidak kunjung membaik.

Antusias masyarakat begitu tinggi dalam kegiatan ini. Hanya butuh waktu 30 menit bagi panitia, dimulai dari pukul 10 pagi, untuk membagikan jumlah paket makanan yang tersedia.

“Terima kasih kami ucapkan kepada donatur yang telah turut peduli kepada saudara kita selama masa pandemi Corona ini. Semoga kita senantiasa saling menguatkan dalam melewati masa sulit ini,” pungkas Direktur Pemberdayaan dan Layanan Laznas LMI, Guritno.