•   Selasa, 28 Januari 2020
Hukum Bisnis

Yakin Ahok Nggak Bakal Korupsi

( words)
Ario Karijanto


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Diantara beberapa penyedia peti mati di Surabaya, Ario merupakan salah satu nya yang masih eksis hingga sekarang. Ario diambil dari nama pemiliknya yaitu Ario Karijanto. Perusahaan ini berawal dari Solo dan merupakan perusahaan keluarga yang sudah turun-temurun selama 5 generasi.

Ditemui Surabaya Pagi, Ario tak enggan mengomentari kondisi politik saat ini. Di mana masih hangat pemberitaan tentang terpilihnya Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahok menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Sebagai sesama orang Tionghoa, Ario mengaku cukup senang. Menurutnya apa yang salah jika Ahok yang menjadi Dirut BUMN di Pertamina.

Ahok memiliki rekam jejak yang baik, tidak ada korupsi. “Karena BUMN ladang basah, kalau mau korupsi sepertinya mudah tapi saya yakin dari rekam jejak sebelumnya dia tidak akan menggunakan sepeserpun uang yang bukan miliknya,” ucapnya.

"Selain punya rekam jejak yang bagus, Ahok juga pantas kalau sekarang memimpin Pertamina, karena melihat background pekerjaan dia yang bagus mulai dari jadi Bupati Belitung Timur, Anggota DPR, hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta orang ini efektif, tidak korupsi blas," tambah Ario.

Apalagi sebelumnya bisa dikatakan mampu memimpin Jakarta. Kota yang wilayah cakupnya sangat besar dan dia bisa mengatasinya. "Jadi menurut saya, pantas-pantas saja dia menjadi pimpinan Pertamina yang wilayah cakupnya lebih kecil dari yang ia pegang sebelumnya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Ario juga menuturkan, bisnis apapun jika dilakukan dengan kesungguhan dan kerja keras tentu akan berbuah manis. Seperti bisnis yang satu ini, jasa penyedia peti mati. Ya, mungkin bagi sebagian orang bisnis seperti ini dianggap kurang menarik atau hanya sedikit peminatnya.

Ario menceritakan pada tahun 1949 ia dan ayahnya pindah ke Surabaya, sementara perusahaan keluarga yang dijalankan ayahnya tersebut masih di Solo. "Kami pindah ke Surabaya bukan untuk memindahkan perusahaan, tapi untuk mengungsi saja karena di Surabaya keadaan lebih aman saat itu," katanya.

Sewaktu di Surabaya, Ario tinggal bersama ayahnya dan entah karena kebetulan atau memang jodoh, ia akhirnya menikah dengan anak seorang keluarga penjual peti mati di jalan Arjuno 134-136 Surabaya. Istrinya bernama SienLien, keturunan Tionghoa juga.

Istrinya kelahiran Tuban, kemudian pindah ke Surabaya. Sejak menikah dengan SienLien, Ario mulai bekerja dengan mertuanya tepat jadi karyawan tahun 1965 sampai 1985. Dan pada tahun tersebut mertua Ario sudah meninggal dan anak-anaknya tidak mau meneruskan perusahaan ayahnya. Jadilah si Ario yang mengurusnya hingga bertahan sampai sekarang.

Berita Populer