Xela Pictures Rilis ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’

SURABAYAPAGI, Jakarta- Geliat industri film yang semakin bergairah, Xela Pictures merilis film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’.
Film berlatar belakang jaman kolonial dengan menggandeng sutradara senior, Adisurya Abdy.
Film yang kini menjadi pasar potensial berdasarkan data www.filmindonesia.or.id, pada tahun 2017, sebanyak 116 film panjang ditayangkan dengan jumlah penonton meningkat dari 34,6 juta di tahun 2016 menjadi 37 juta penonton di tahun 2017, adalah alasan Alexander Sutjiadi, Pemilik XELA Pictures dan Produser Eksekutif Film ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ ikut merilis film pertamanya.
“Kami melihat potensi penonton film di Indonesia masih sangat besar. Dengan memproduksi film berlatar belakang sejarah, kami pun ingin mengangkat budaya Indonesia ke manca negara termasuk Tiongkok yang menjadi pasar kedua film perdana kami ini”, ujar Alexander Sutjiadi, Jumat sore lalu.
Di film perdananya ini, XELA Pictures menggandeng sutradara senior, Adisurya Abdy untuk menghadirkan sebuah film berlatar belakang jaman kolonial yang terjadi ratusan tahun lalu namun dikemas dengan gaya kekinian.
“Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal”, jelas sutradara era tahun 1980 an yang ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, Ketika Cinta Telah Berlalu dan beberapa film populer lainnya, Adisurya Abdy.
Kolaborasi perdana antara XELA Pictures dengan sutradara Adisurya Abdy ini pun melahirkan sebuah drama thriller dan misteri yang mampu menarik minat penonton usia muda. Segmen ini disasar karena merekalah yang paling banyak datang ke bioskop.
“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap,” papar Adisurya Abdy lebih jauh.
Dengan kekuatan cerita, Omar Jusma, Produser film ini, optimis dapat meraup banyak penonton. “Kami memasang bintang yang berpotensi dan memiliki karakter yang sesuai dengan film ini,” jelas Omar
Ada pun penggunaan kata berbahasa Belanda, Stadhuis Schandaal, merupakan unsur kesengajaan. Agar penonton mengetahui film ini berlatar jaman Belanda.
Film ini dibintangi; seperti Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt, Mikey Lie, Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo.ds