Waspadai, Bibit Teroris di Jatim

SURABAYA PAGI, Surabaya - Keputusan pemerintah yang menolak memulangkan 689 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS, hingga kini masih menjadi pro-kontra. Publik Jawa Timur (Jatim) sendiri banyak yang menolak kehadiran mereka. Apalagi kelompok pendukung ISIS ini beberapa
Kali beraksi di Jatim. Seperti serangan bom tiga gereja di Surabaya, Mei 2018 silam, yang menewaskan belasan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Hanya saja, pemerintah perlu waspada kemungkinan balas dendam oleh simpatisan ISIS di dalam negeri. Harus ada operasi intelijen.

Pasalnya, bibit-bibit teroris tetap ada. Terlebih lagi, jejak ISIS ditemukan di Surabaya. Bahkan, penyebaran faham ISIS ini terdeteksi sedikitnya di 16 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Aiptu Ahmad Nurhadi, masih teringat peristiwa teror bom yang meledakkan Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel, Madya Utara, Surabaya pada 13 Mei 2018. Ahmad yang saat itu tengah bertugas mengamankan jalannya misa, tak menduga akan kehilangan dua mata dan kakinya yang hancur lantaran bom bunuh diri teroris.

Baca selengkapnya dihttp://epaper.surabayapagi.com/
Temui juga Surabaya Pagi di instagramhttps://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id
Dan juga di facebook Surabaya Pagihttps://www.facebook.com/SurabayaPagi/