Wartawan Sepakat Perangi Hoax

SURABAYAPAGI, Banyuwangi- Puluhan wartawan berbagai media cetak dan elektronik yang bertugas di Banyuwangi, menyatakan sepakat tentang jurnalisme damai dan upaya-upaya memerangi berita hoax. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara workshop jurnalistik yang di Gelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi, di Hotel Ikhtiar Surya, Kamis (24/5/2018) malam.

Acara workshop yang dibuka oleh Kepala Bakesbangpol, Drs Wiyono, MH., itu menghadirkan 2 orang jurnalis sebagai pembicara yakni; Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, Syaifuddin Mahmud, dan jurnalis Televisi Andi Himawan, S.Pd.
Dalam pemaparannya Syaifuddin Mahmud dengan tegas menyatakan bahwa tugas seorang jurnalis adalah berat. Selain menjalankan ‘fungsi informasi’ dan kontrol sosial, tugas-tugas jurnalistik juga menanggung beban tentang ‘dampak sosial’ yang ditimbulkan. “Penayangan foto-foto sadisme yang vulgar, atau bentuk-bentuk kekerasan lainnya, ataupun juga penulisan berita dengan judul-judulnya yang keras dan menakutkan, pasti akan berdampak kepada masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, lanjutnya, tanpa harus kehilangan momen berita yang faktual, seorang jurnalis masih bisa mengangkat sisi-sisi lain dari momen tersebut tanpa harus mengedepankan karakter kekerasan. “Kayak kejadian Bom bunuh diri di Surabaya kemarin, misalnya, ada media yang menuliskan bahwa kejadian yang memakan korban jiwa tersebut ternyata tidak berpengaruh terhadap pengunjung Mall. Jadi tanpa kehilangan fungsi informasinya, kejadian tersebut tetap bisa diungkap dari sisi yang lebih luwes dan beretika. Seperti itulah yang kita sebut sebagai jurnalisme damai, tanpa benturan dan kekerasan” tandasnya. bud