Polemik Dapur Umum di TPS

Warga Gak Nyaman, Dapur Umum Dikhawatirkan Buat Gaduh

Meski menimbulkan polemik, Tim Prabowo-Sandiaga tetap ngotot bakal membuat dapur umum di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bahkan, di Surabaya disiapkan 100 titik khusus untuk dapur umum. Bahkan, kubu 02 bakal mengerahkan satgas dari Front Pembela Islam (FPI), Komando Ulama untuk Pemenangan Prabowo-Sandi (Kopasandi) dan elemen lainnya. Namun manuver itu justru membuat warga kebanyakan menjadi ketakutan. Bagaimana bisa?
-------------
Hermi,
Wartawan Surabaya Pagi
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Hadi Dediansyah mengungkapkan pada hari pencoblosan Rabu (17/4/2019) hari ini, relawan Prabowo-Sandi akan membawa nasi bungkus atau kotak, juga minuman. Menurutnya, nanti ada penampungan di TPS. “Makanan itu sifatnya umum, bukan hanya untuk relawan tapi semua warga di TPS. Biar politik tidak esktrim, tidak keras, dan tidak tegang," ucap Hadi saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Selasa (16/4) kemarin.
Ditanya di TPS mana saja dapur umum dibuat, Hadi mengaku belum menerima rinci laporan dari relawan. "Yang jelas 5 dapil di kota Surabaya ada beberapa titik. Cuman titik TPS mana saya belum tahu. Jumlahnya Insyaallah banyak, paling tidak 100 titik khusus di Surabaya," tandasnya.
Doni, Sekretaris Tim Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jatim Prabowo-Sandiaga menambagkan, selain menyebar saksi-saksi di TPS. Pihaknya juga menyiapkan satgas keamanan. "Kita siapkan juga di dalam dan di luar (TPS). Ada satgas keamanan dari FPI, Kopasaandi, Cobra, PPIR dan elemen lainnya," ujar Doni ditemui di Posko Prabowo-Sandi, kawasan Gayungan Surabaya.
Untuk dapur umum, sambung Doni, hal itu akan disiapkan oleh emak-emak yang ada di tiap-tiap kelurahan dan berkeliling. "Sudah diatur oleh emak-emak. Di Surabaya per kelurahan," paparnya
TKD Perkuat Saksi
Melihat manuver kubu 02, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Jawa Timur mengaku tak terpengaruh. "Memang gak ada ketentuan apapun. Tapi dapur umum itu buat apa? Malah bisa disalahgunakan nantinya. Tapi sejauh gak ada larangan, boleh-boleh aja," ujar Otman Ralibi, Sekretaris TKD Jatim, ditemui terpisah.
Menurut Otman, pihaknya fokus pada pengamanan suara pada hari H pencoblosan hari ini. Untuk itu, pihaknya memperkuat saksi-saksi di TPS. “Kita memantau terus perkembangan saksi. Perhitungannya sampai besok setelah pencoblosan. Jadi tugas kita posko melakukan pengawasan dan pengawalan," tandasnya.
Menanggapi relawan akan mendirikan dapur umum, Otman yang juga Direktur LBH GP Ansor Jatim, menyampaikan bahwa memang tidak ada larangan jika itu dilakukan di TPS. Namun, katanya untuk apa itu dibuat malah bisa disalahgunakan.
Bikin Gak Nyaman
Sementara itu, sejumlah warga juga memperbincangkan soal dapur umum di TPS yang akan dibuat tim Prabowo-Sandi. Alvi, warga di kompleks Spring Tomorrow Surabaya, menyebut dapur umum di TPS tidak perlu. "Menurutku, yang wajar-wajarlah, seperti pemilu biasanya. Toh, dapur umum itu juga dirasa tidak seberapa dibutuhkan di TPS. Kalau konsumsi untuk panitia TPS kan sudah anggarannya pastinya. Kalau buat masyarakat yang nyoblos, aku rasa gak perlu dan masyarakat juga tidak membutuhkan itu," ucap wanita yang juga reseller online shop itu.
Alvi melanjutkan secara pribadi dirinya agak sedikit ketakutan. Karena sekarang ini masyarakat sensitif sekali soal politik. Apalagi waktu pencoblosan pemilu. Katanya, aksi masyarakat bisa di luar dugaan. Yang dia takutkan, adanya dapur umum bisa memancing pihak lain terjadinya kerusuhan. "Akibatnya kita masyarakat yang gak ikut apa-apa jadi keganggu juga, gak nyaman juga. Jadi mending yang biasa layaknya pemilu sebelumnya," ucapnya.
Hal sama dikomentari Hawa Hidayatullah. Ia khawatir adanya dapur umum di TPS malah menimbulkan keresahan masyarakat. "Gak perlu mas, masyarakat sekarang sudah pintar dan bisa mencerna dengan adanya indikasi-indikasi dari pihak kubu manapun. Dengan adanya dapur umum di TPS seolah ada indikasi semacam ada udang di balik batu," ucap warga Tandes, Surabaya Barat ini.
Toni, warga perumahan Gayungsari, Surabaya, menyatakan hal senada. Ia menyatakan kalau dapur umum bisa menjaga keamanan dan kondusifitas di TPS, tidak masalah. Namun, apabila dapur umum hanya akan memicu kegaduhan, sebaiknya tidak perlu dibuat. "Cukup dilakukan oleh panitia saja. Kalau dari panitia akan tetap berjalan lancar dan dan kondusif dalam pencoblosan," tegasnya. n