•   Senin, 17 Februari 2020
Peristiwa Politik

Warga Asli Tolak Bacabup Dari Luar Sidoarjo

( words)
Bacabup Sidoarjo Kelana Aprilianto dari Pasuruan


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Belum lama lakukan deklarasi sebagai Bacabup Sidoarjo, Kelana Aprilianto sudah mendapat penolakan warga Sidoarjo. Kelana Aprilianto bersama ratusan pengurus PAC PAN se Sidoarjo melakukan deklarasi sebagai Bacabup Sidoarjo, Rabu (22/1) malam. Bahkan setelah deklarasi itu, Kelana sudah berani mengklaim 90 persen rekom PAN pasti digenggamnya.
Ketua LSM Gapura Jatim Sokran Harris yang juga warga asli Sidoarjo terang-terangan menolak kehadiran Kelana Aprilianto sebagai Bacabup Sidoarjo. "Dia itu bukan warga asli Sidoarjo, pasti tidak akan mendapat dukungan penuh warga Sidoarjo yang mayoritas NU," ujar Sokran Harris, Kamis (23/1).
Sokran menyatakan, warga Sidoarjo lebih sreg memilih pemimpin atau Cabup dan Cawabup warga asli Sidoarjo, karena warga asli lebih paham dengan budaya dan keinginan seperti apa Sidoarjo ke depan. "Warga asli yang lebih unggul masih banyak, kenapa harus memilih orang luar Sidoarjo," tegasnya.

Sementara itu Mahmud Yunus Al Willy tokoh Sidoarjo yang juga seorang seniman, memberikan gambaran seorang pemimpin yang baik itu layaknya Filosofi Jawa semakin berisi semakin merunduk.
Seorang pemimpin yang baik dan berkualitas tidak akan pernah memproklamirkan dan menyebut dirinya sendiri baik ataupun kaya.
Karena seorang pemimpin atau Imam itu, mendapat pengakuan dari umat, bukan orang yang mencari cari pengakuan umat.
“Semakin orang berkualitas akan semakin dicari oleh umat itu adalah pemimpin yang sebenarnya,” tutur Yunus.
Sugeng Budi tokoh pemuda Sidoarjo menambahkan, janji-janji yang disampaikan oleh Bacabup salah satunya Kelana ini, merupakan retorika untuk bisa meraup dukungan masyarakat.
Namun soal nanti janji itu bisa terealisasi ataupun tidak, belum bisa dipastikan juga.
“Dan saya yakin warga Sidoarjo sudah cerdas untuk memilih pemimpin yang berkwalitas,” tutup Sugeng Budi.
Dari rekam jejak politik Kelana Aprilianto di Pilkada Pasuruan tahun 2013 silam, ternyata Kelana hanya menempati posisi ke empat dari enam kandidat.
Kelana yang berpasangan dengan Agus As’ary (berKelas) yang maju lewat Gerindra dan PPP, hanya mampu memperoleh 76.044 suara atau sekitar 10,19% dari suara sah.
Pasangan ini jauh tertinggal dari tiga pasangan lain yakni Irsyad Yusuf-Riang Kulup Prayudha (Satria) yang diusung PKB dan PD mendapat 309.416 (41,47%), Udik Djanuantoro-Joko Cahyono (Dikjoyo) yang diusung Partai Golkar mendapatkan 169.282 suara (22,69%), sedangkan pasangan Eddy Paripurna-Bambang Pudjiono (Diba’) yang dijagokan PDIP dan 11 partai non parlementer mendapatkan 108.226 suara (14,51%).
Selain gagal menang di Pilkada Pasuruan, Kelana Aprilianto juga gagal melaju ke senayan pada Pemilu 2019 kemarin.
Melihat jejak politik Kelana yang tidak mampu mendulang suara maksimal di Pasuruan ini, tidak salah jika PAN sendiri sampai saat ini belum memberikan kepastian rekomendasi untuk Kelana.
“Kita masih membuka peluang bagi siapapun untuk mendaftar melalui PAN. Belum ada rekomendasi yang turun kepada calon tertentu,” ujar Khulaim Junaedi ketua tim penjaringan Pilkada DPD PAN Sidoarjo.
Hal senada juga dengan PDIP Sidoarjo dimana Kelana Aprilianto juga mendaftar sebagai Cabup.
Samsul Hadi sekretaris DPC PDIP Sidoarjo menyatakan soal rekomendasi merupakan kewenangan DPP dan Megawati selaku ketua umum.
Soal Klaim sudah pasti turunnya rekomendasi kepada satu Bacabup, Samsul melihatnya sebagai cara mendongkrak popularitas saja.
“Yang jelas DPC PDIP tidak pernah menyebut satu nama untuk mendapatkan rekomendasi. Semua calon sudah kita serahkan ke DPP dan kita dalam posisi menunggu perintah untuk mengamankan rekomendasi yang turun nanti. Namun kita juga ucapkan terima kasih kepada seluruh calon yang sudah menggelar berbagai kegiatan melalui PDIP” ujar Samsul Hadi. sg

Berita Populer