•   Rabu, 23 Oktober 2019
SGML

Warga Ancam Blokir Jalan Jika Waskita Cuci Tangan

( words)
Kepala Dusin Miru bersama perangkat Desa Banyuurip menunjukkan kondisi jalan yang dilewati truk pengangkut material proyek PT Waskita. (SP/MIS)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Persoalan jalan yang rusak parah di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Kabu­paten Gresik, Jawa Timur, bakal berbuntut panjang. Betapa tidak, selain kondisi jalan yang rusak parah ini dilaporkan ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, warga setempat juga akan meminta pertanggungjawaban pihak PT Waskita. Pasalnya, truk bertonase besar yang lalu lalang di jalan tersebut adalah truk pengangkut material proyek tol yang dikerjakan PT Waskita. Warga bahkan mengancam memblokir jalan jika Waskita cuci tangan atau lepas tanggung jawab. Kepada Surabaya Pagi, Rabu (7/3/2018), sejumlah warga mengemukakan bahwa yang paling bertanggungjawab dibalik kerusakan jalan sepanjang dua kilometer di Desa Bamyuurip tepatnya Dusun Miru, adalah PT Waskita. "Ya iya, pasti PT Waskita yang kita minta pertanggungjawabannya soal kerusakan jalan ini, karena gara-gara truk pengakut materialnya yang lewat disini, jalan malah rusak," Kepala Dusun Miru, Muhammad Ismail melalui Sutejo (tokoh pemuda setempat, red) via telepon selulernya kepada Surabaya Pagi, Rabu (7/3/2018). Dikatakan Kepala Dusun Miru, sambung Sutejo, jika manajemen PT Waskita tidak melakukan perbaikan kerusakan jalan tersebut, maka warganya akan turun ke jalan dan menutup jalan tersebut. Terlebih, pihak manajemen perusahaan Waskita tidak menemui warga sosialisasi hal ini. Sebelumnya Kepala Seksi Pemerintahan Desa Banyuurip, Khoirun Muis membenarkan terkait kerusakan jalan di daerahnya, akibat angkutan truk pengakut material proyek tol yang dikerjakan Waskita. Ia juga membenarkan jika kecelakaan sering terjadi di jalan yang berlubang. "Jalan ini rusak, aspal terkoyak ya sejak truk material proyek tol ino masuk. Kalau dulu-dulunya mulus, aspalnya tidak ada lubang," terang Khoirun Muis. Menyikapi tuntutan warganya, Khoirun menegaskan bahwa pihaknya sudah menyurati Bupati Gresik. Surat itu pihaknya kirim langsung tanpa melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik. Sementara itu, pihak PT Waskita sejauh ini belum ada yang bisa dihubungi untuk konfirmasi. Pihak DPU Gresik juga demikian. Saat Surabaya Pagi datang ke DPU Gresik, petugas Satpam meminta untuk membuat janji terlebih dahulu. Sekretaris Ansor Kecamatan Kedamean, Syaiful meminta pihak DPU Gresik mengedepankan penjngkatan infrastruktur jalan terutama di desa-desa untuk menunjang transportasi warga. DPU hendaknya tidak mengedepankan membangun proyek mercesuar dalam kota sementara kondisi jalan masih banyak yang rusak parah. "Wong proyek mercusuar tidak bisa dirasakan langsung warga. Tapi kalau jalan, kan semua bisa menikmati hasilnya," terangnya. Mis

Berita Populer