•   Sabtu, 29 Februari 2020
Otonomi Daerah

Walikota Klaim Banjir Kota Tuntas 84 Persen

( words)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menerangkan peta kerawanan genangan air dan banjir di Kota Mojokerto.


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengklaim persoalan banjir kota sudah hampir tertangani seratus persen. Bahkan, petinggi Pemkot ini berani menjamin, tahun 2020 program penanggulangan bencana banjir bakalan tuntas.

Ditemui usai membuka rapat Musrenbang di Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Walikota Ning Ita mengaku, saat ini progres program penanggulangan banjir sudah mencapai 84 persen. "Progres 84 persen itu hasil akumulasi kinerja kita tahun 2018 dan 2019 kemarin. Sisanya, sebanyak 16 persen akan di tuntaskan tahun ini," ujarnya, Selasa (21/01).

Ning Ita juga menjelaskan, tahun 2019 lalu, Pemkot Mojokerto sudah menggelontorkan anggaran pengendalian banjir senilai total Rp. 34 milyar lebih.

"Di perubahan APBD dan dana kelurahan tahun 2019 sudah dianggarkan senilai Rp. 34.269.739.900. Itu untuk mengakomodir sebanyak 71 paket pekerjaan program pengendalian banjir dan 5 pengadaan sarana dan prasarana," ujarnya.

Ning ita menerangkan, sesuai peta kerawanan banjir yang dibuat Balitbang dan tim ahli ITS , dari total 661 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Kota Mojokerto, sebanyak 38 RT diantaranya masuk kategori daerah rawan genangan. Di tahun 2019, Pemkot sudah mengintervensi sebanyak 32 RT melalui 71 paket pekerjaan pengendalian banjir. "Sisanya sebanyak 6 RT akan dilanjutkan melalui program pengendalian banjir di tahun 2020," tegasnya.

Ning Ita menambahkan, untuk tahun 2020 ini, Pemkot sudah memploting anggaran senilai Rp. 22 milyar dari pundi APBD. Selain itu, dana kelurahan senilai Rp. 23,8 milyar juga disiapkan untuk program pengendalian bencana banjir ini.

"Harapan kita tahun 2020 ini Kota Mojokerto sudah bebas dari bencana banjir. Sehingga kedepannya, anggaran bisa kita konsentrasikan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur yang lainnya," ujarnya.

Walikota juga mengharap peran serta masyarakat Kota Mojokerto untuk ikut menanggulangi bencana banjir. Pasalnya, disejumlah titik ia masih banyak menemukan sumbatan drainase akibat tumpukan sampah. "Ayo jaga kebersihan kota kita tercinta ini, jangan membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat aliran dan menyebabkan banjir," imbaunya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tak segan melakukan sinergi dengan 32 operator rumah pompa yang tersebar di Kota Mojokerto. Ini sebagai antisipasi agar genangan air bisa teratasi dengan cepat. "Kita sudah informasikan keberadaan 32 rumah pompa yang ada di Kota Mojokerto termasuk kontak person dari masing-masung operatornya. Harapan kita masyarakat bisa sinergi untuk mengawasi dan mengontak jika terjadi curah hujan tinggi," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi mengatakan tiap tahun selalu ada peningkatan anggaran untuk program pengendalian banjir di Kota Mojokerto. Ini sebagai bukti serius jika Pemkot Mojokerto benar-benar ingin menuntaskan persoalan banjir kota.

"Tahun 2018 kita anggarakan Rp. 12 milyar untuk 15 paket proyek pengendalian banjir. Tahun 2019 kita tambahi anggarannya menjadi Rp. 34 milyar dan tahun 2020 ini kita anggarkan Rp. 45 milyar," pungkasnya.dw

Berita Populer