Walikota Bogor Sumbangkan Gaji untuk Atasi Corona

Sebagai salah satu pasien positif corona (covid-19), wali kota Bogor Arya Bima tentu paling mengerti bagaimana rasanya kengerian dari virus yang telah menjadi pandemic global itu. Oleh karena itu, ia berencana mendonasikan semua gajinya sebagai wali kota untuk masyarakat terdampak corona. Berikut laporan kontributor Surabaya Pagi Jaka Sutrisna di Jakarta,

Wali Kota Bogor Arya Bima menyatakan akan menyumbangkan gajinya sebagai kepala daerah untuk dibagikan kepada warga yang ekonomi dan kondisi sosialnya terdampak wabah virus corona (covid-19).

Hal itu disampaikannya langsung dalam ryang isolasi di RSUD Bogor melalui akun instagramnya @bimaaryasugiarto pada Minggu (5/4).

"Banyak yang rezekinya terganggu karena wabah ini. Insya Allah saya akan menyumbangkan semua operasional wali kota dan semua pendapatan wali kota selama Covid-19 ini bagi yang membutuhkan," kata Bima.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu akan menyisihkan pendapatannya dan menyumbangkan melalui pusat kendali Covid-19 Kota Bogor.

"Saya percayakan kepada Crisis Center Covid-19 di Kota Bogor," ucapnya.

Meskipun tengah dalam perawatan, Bima juga mengetahui kondisi terkini. Ia menyadari banyak pihak yang menjadi korban akibat dari virus ini. Jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah tentu saja hal itu tak akan cukup. Pasalnya dampak virus corona tidak ada yang tahu secara pasti kapan akan berakhir.

Sedangkan anggaran yang dimiliki pemerintah juga ada batasnya.

Oleh karena itu, ia juga meminta kepada para dermawan baik itu perusahaan, BUMD dan masyarakat umum yang memiliki harta lebih agar mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat.

"Saya mengajak kepada semua yang mampu, perusahaan, BUMD perorangan untuk menderma sebagian rezeki bagi yang sangat membutuhkan," ucap Bima.

"Bantuan dari pemerintah tentu ada, dari APBD. Tapi tentunya ada proses dan waktu. Kita lakukan apa yang kita bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin manusia," lanjutnya.

Tak lupa ia mengajak semua lapisan masyarakat dari berbagai profesi, lintas agama, dan perbedaan politik untuk bergotong-royong menanggulangi dampak virus ini secara Bersama-sama.

"Kita tinggalkan semua perbedaan, kita kesampingkan urusan politik. Ini adalah urusan kemanusiaan. Banyak yang membutuhkan, mari yang sehat membantu yang sakit, yang sehat harus tetap sehat untuk bisa membantu yang sakit dan yang mampu mari kita bantu bersama-sama yang tidak mampu," ujarnya.