Wali Murid SD dan SMP Kecewa Kain Seragam Belum Dibagikan

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Hingga saat ini, kain seragam nasional dan seragam olahraga SD dan SMP di Jombang, Jawa Timur, tak kunjung dibagikan.


Hal tersebut membuat wali kurid kecewa. Bahkan, sebagian wali murid sudah membeli seragam sendiri. Seperti salah satu wali murid SDN 2 Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Budi, yang merasakan kekecewaan itu.


"Ya tentu kecewa mas, karena menunggu kain seragam terlalu lama. Bahkan saya sudah membelikan baju seragam di toko," katanya, Kamis (3/10/2019).


Selain itu, Budi juga mengeluhkan biaya yang harus ia keluarkan untuk membeli kain seragam batik. Banyak wali murid kecewa dengan program pemerintah ini.


”Banyak yang mengeluh, karena untuk kain seragam batik harus membayar Rp 170 ribu,” keluhnya.


Senada dengan wali murid SD yang mengeluh dengan keterlambatan pembagian kain seragam sekolah program bupati dan wakil bupati tersebut. Wali murid SMP juga mengeluh kain seragam yang tak kunjung dibagikan.


Paguyuban Wali Murid SMPN 2 Jombang, Irwan Prakoso mengatakan, belum dibagikan kain seragam gratis ini membuat wali murid merasa sangat kecewa.


”Ya tentu kami sangat kecewa, kemarin kan targetnya 29 September sudah dibagikan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan dibagikannya,” katanya.


Menurut Irwan, wali murid sudah beberapa kali merasa kecewa. Pertama, bupati dalam programnya berjanji memberikan seragam gratis. Namun kini berubah jadi kain.


"Hal ini tentunya membuat wali murid masih mengeluarkan biaya ekstra untuk ongkos jahit. Lalu tidak bisa mengadakan kain seragam batik. Nah, sekarang pembagian molor,” ujarnya.


Seharusnya, lanjutnya, kain seragam ini segera dibagikan agar segera dijahit dan bisa dipakai murid. Kalau tidak segera dibagikan, maka masih menggunakan seragam yang lama.


"Kalau seragamnya sudah tidak muat kan kasihan," cetusnya.


Untuk itu Irwan berharap, seyogyanya pemkab segera mengambil sikap agar pembagian seragam bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga, para wali murid maupun murid sendiri tidak terlalu lama menunggu.


"Harusnya ya pemkab segera mengambil langkah agar cepat diketahui kapan dilakukan pembagian kain seragamnya,” pungkasnya. (suf)