Wali Kota Sidak Bilik Sterilisasi ’Herbal’ Pasar Tanjung Anyar

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Tanjung Anyar, Rabu (1/4/2020). Petinggi pemkot ini memeriksa secara langsung pemasangan bilik sterilisasi di tiga pintu masuk pasar.

**foto**

Dari pantauan Surabaya Pagi di lokasi, Ning Ita tiba di pasar tanjung sekitar pukul 14.00 WIB. Tampak dalam rombongan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Disperindag, Kepala Bappeko, Kepala DPU dan Kasatpol Kota Mojokerto.

Setiba di lokasi, Wali Kota melihat secara langsung pemasangan bilik sterilisasi di tiga pintu. "Kita pastikan cairan semprotnya aman, karena kita memakai produk herbal campuran dari daun sirih serai dan alkohol. Jadi kita pastikan tak ada efek samping jika terkena mata dan kulit," ujar Ning Ita.

Tak hanya memeriksa kesiapan bilik, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga mengecek tempat cuci tangan yang tersebar di pasar tanjung. "Ada 11 tempat cuci tangan yang kita siapkan di pasar, baik penjual dan pembeli bisa memanfaatkan tempat cuci tersebut kapanpun mereka butuhkan," cetusnya.

Ning Ita menambahkan, pemasangan bilik sterilisasi dan tempat cuci tangan ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid - 19 di pasar Tanjung.

**foto**

"Pasar ini kan pusat keramaian, aktivitas jual beli warga Kota Mojokerto banyak terjadi di sini. Untuk itu kita coba sebisa mungkin memberlakukan standar kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus corona ini," tegasnya.

Ning Ita menyebut, nantinya seluruh pengunjung yang masuk ke pasar, diarahkan untuk menerapkan standart operasional kesehatan tersebut. "Kita menyadari keterbatasan kita untuk membatasi aktivitas keluar masuk di pasar ini. Tapi kita upayakan sebisa mungkin untuk tetap memberlakukan SOP kesehatan itu. Harapan kita penyebaran virus ini dapat kita tekan se efisien mungkin," tukasnya.

Sekedar informasi, hingga berita ini diturunkan jumlah PDP Covid 19 di Kota Mojokerto sebanyak 5 orang. Sedangkan untuk ODP terjadi kenaikan dari semula 126 orang menjadi 129 orang. Data ini diperoleh dari web resmi pemkot Mojokerto di websiteCOVID19.mojokertokota.go.id.dwy