Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Sidak Saluran

SURABAYAGI.com - Memasuki musim hujan, warga Surabaya mulai dicemaskan genangan air atau banjir. Sebab, permasalahan banjir belum sepenuhnya terjawab oleh kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Banyaknya keluhan warga, mendorong Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakayat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Darmawan, langsung melakukan sidak normalisasi saluran yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir di beberapa titik di Surabaya. Diataranya Dukuh Kupang Timur dan Gayungan.

Dalam pemantauan di lokasi yang mengalami banjir saat hujan. Seperti saat melakukan pengecekan saluran air di kawasan Dukuh Kupang Timur XA, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, berdasarkan penuturan warga jika hujan tiba, kondisi jalan tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

“Terjadinya banjir dan genangan ini karena tidak normalnya saluran yang menyempit dan terjadi pendangkalan, ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surabaya,” ungkap Darmawan di lokasi, Selasa (29/1/2019).

Politisi Partai Gerindra yang akrap disapa Aden ini meminta Pemkot Surabaya serius dalam menanggulangan banjir ini. “Normalisasi saluran ini seharusnya ada pengecekan berkala, dan pengerukan agar saluran tidak dangkal seperti ini,” katanya.

Jika pengerukan ini rutin, lanjut Aden, tidak akan ada luapan air yang menggenangi jalan dan rumah warga karena saluranya normal. “Setelah kita cek terjadi pendangkalan saluran air. Bahkan drainase pada kampung ini terbilang aneh. Jadi saluran airnya banyak berada di bawah rumah warga,” imbuhnya.

Kondisi ini, menurut Aden, sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu dan warga sudah seringkali melakukan protes kepada pihak kecamatan terkait hal ini. Namun tidak ada hasil yang memuaskan. “Saya akan memanggil pihak kelurahan, kecamatan serta dinas terkait untuk hearing mencari solusi banjir ini,” tandas Aden.

Sementara itu, Hari Sugeng Purwanto, warga RT 02 RW 08 mengatakan warga sudah beberapa kali melaporkan kondisi saluran yang tidak normal ini ke Pemkot Surabaya. Baik di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada tindakan dari Pemkot Surabaya dalam melakukan normalisasi saluran ini.

“ Pihak kelurahan dan kecamatan pernah meninjau saluran air ini, namun tidak ada tindak lanjutnya. Ya cuma difoto-foto saja,” ungkap Hari saat melakukan pengecekan saluran di Dukuh Kupang Timur X-A sambil menjukan saluran yang mampet kepada Wakil DPRD kota Surabaya Darmawan.

Hal sama juga diungkapkan Nanang, warga lainnya. Menurut dia, sudah bertahun-tahun dirinya tidak bisa merenovasi rumahnya karena tidak ada kejelasan dari Pemkot Surabaya. “ Kami khawatir kalau sudah direnovasi bagus tiba-tiba ada pembongkaran. Iya kalau dapat ganti, kalau enggak kan eman-eman,” tuturnya.

Dia berharap kepada wakil rakyat dari Gerindra ini untuk memperjuangkan nasibnya dan membawa aspirasinya ke parlemen, agar warga bisa bebas dari banjir dan hidup dengan tenang. “Kami berharap Pak Aden sebagai wakil rakyat bisa memperjuangkan nasib warga. Sehingga kami tidak kebanjiran kalau musim hujan,” harap Nanang. (Adv/Alq)