Wahana Night Zoo KBS Tuai Polemik

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Konsep Night Zoo yang direncanakan perusahaan daerah taman satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya rencananya akan terealisasi pada tahun 2019.
Chairul Anwar, Direktur Utama PDTS KBS menjelaskan jika konsep Night Zoo merupakan salah satu inovasi KBS untuk menambah minat pengunjung KBS.
Konsep Night Zoo yang direncanakan akan dibuat layaknya pengunjung mengelilingi hutan Afrika di malam hari agar memberikan suasana baru bagi pengunjung.
KBS tidak hanya akan dibuat gelap namun pihak pengelola akan mempersiapkan sentuhan permainan cahaya dan musik, tidak hanya itu nantinya pengunjung akan langsung disuguhkan tidak hanya suasana tapi juga perilaku dan suasana dari hewan-hewan malam saat memasuki KBS Night Zoo.
Pihak KBS juga akan menyediakan acara khusus untuk pengunjung agar dapat menikmati pertunjukan dengan aman dan nyaman.
Namun atas rencana tersebut banyak warga yang kurang setuju akan rencana konsep Night Zoo oleh KBS, seperti Hanafi warga Simokerto yang mengatakan jika harusnya KBS fokus pada perkembangbiakan hewan yang ada di KBS karna menurutnya masih banyak hewan yang harus diperhatikan, seperti satwa single yang tidak memiliki pasangan dan satwa yang over populasi seperti komodo, jalak bali, babi rusa dan bekatan, "di KBS saya liat juga banyak hewan yang kurang gizi dan kurang terawat, jadi menurut saya baiknya KBS fokus ke kondisi hewan yang di sana saja dulu" tambahnya pada Surabaya Pagi (13/11).
Tak jauh berbeda, menurut Taufik KBS harusnya memperhatikan waktu istirahat hewan nantinya, "Kalau sampai malam kasian hewannya mbak ga ada istirahatnya dan kalau banyak pengunjung waktu malam kan mungkin hewannya bisa terganggu karna belum terbiasa" jelasnya.
Putra yang merupakan pengunjung setia KBS juga menyayangkan rencana tersebut karna dirasa kurang baik untuk koleksi hewan di KBS, "Kalau menurut saya daripada membuat Night Zoo yang belum tentu juga anak-anak akan berkunjung di malam hari, lebih baik ditambah wahana yang lebih menarik dan modern lalu diadakan perbaikan pada fasilitas yang ada agar lebih menarik seperti pengecatan ulang" tambahnya.
Sebelumnya, Singky Soewadji pengamat satwa juga menyoroti rencana Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya yang akan membuat wahana baru Night Zoo atau berkeliling kebun binatang di malam hari pada 2019 karena tidak baik dari sisi konservasi.
"Rencana Night Zoo di Kebun Binatang Surabaya (KBS) menunjukkan bahwa Direksi PDTS (Perusahaan Daerah Taman Satwa) KBS tidak mengerti tentang dunia konservasi," kata Singky Soewadji Surabaya, kemarin.
Selain itu, Singky juga mempertanyakan waktu istirahat bagi satwa jika sampai siang dan malam tetap diperagakan
Tidak hanya itu, Singky juga mengatakan jika masih banyak persoalan di KBS. Salah satunya di antaranya terkait gugatan di Perusahaan Tata Usaha Negara (PTUN) dan dana hasil pengelolaan Tim Pengelolah Sementara (TPS) KBS sebelum akhirnya dikelola oleh PDTS KBS yang perlu diaudit.
"Selanjutnya dana tersebut setelah diaudit bisa masuk ke Kas PDTS KBS, karena dana tersebut sejatinya milik KBS," tutupnya. Sb