Waduk Tukul Pacitan, Spot Baru Bagi Traveler

SURABAYA PAGI, Pacitan - Waduk Tukul diharapkan dapat menjadi salah satu wisata baru di Pacitan yang akan menarik banyak pengunjung. Meskipun belum rampung dalam pengerjaannya, namun progres pembangunannya kini telah mencapai 76,25%. Instruksi percepatan dan pengoptimalan pengerjaan telah diberikan.

Sebelumnya, proyek waduk ini telah menelan anggaran Neagara yang mencapai Rp 600 miliar. Proyek ini mulai dilaksanakan sejak 24 Desember 2014 dan masuk sebagai proyek multi years. Mulai dikerjakan sejak tahun 2015 dan masih dalam proses penyelesaian hingga saat ini.

Kapasitas waduk mencapai sekitar 9 juta meter kubik serta menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan. Jika waduk tukul telah selesai dan mulai dioperasikan, nantinya waduk ini akan sama seperti Waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah.

Waduk ini pun nantinya akan difungsikan sebagai sumber potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Karena sungai yang nantinya akan dibendung adalah anak dari Sungai Grindul. Pemerintah tetap menghimbau untuk mengantisipasi dampak dari bencana alam yang mungkin di kemudian hari akan terjadi, seperti bnajir.

Waduk tersebut terletak di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Arjosari sendiri adalah salah satu dari 12 kecamatan di kabupaten Pacitan. Lokasinya terletak di Utara Ibukota Kabupaten Pacitan, berbatasan di sebelah utara dengan kecamatan Nawangan, sebelah timur kesamatan Tegalombo, sebelah selatan kecamatan Pacitan dan sebelah barat kecamatan Punung.

Sehingga wilayah ini sangat strategis untuk difungsikan sebagai lahan perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan hingga dapat difungsikan juga sebagai daerah penyangga air dan tanah. Sehingga wilayah ini juga dapat menjaga ekosistem yang ada di Kabupaten Pacitan, khususnya bagi kecamatan Arjosari sendiri.pct01