Verifikasi Data Pegawai Pelni, Dokter Gadungan Ketahuan Gunakan Ijazah Pals

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berhasil mengungkap kasus dokter gadungan. Terungkapnya dokter gadungan tersebut setelah proses verifikasi data kepegawaian dalam rangka sertifikasi.

Dalam proses tersebut terungkap ijazah yang digunakan dokter gadungan yang berinisial SU (57) ternyata ijazah palsu.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menyebut dalam rangka transformasi, Pelni melakukan verifikasi kepegawaian untuk pemutahiran data SDM. Verikasi meliputi tenaga organik, non-organik, termasuk penelitian ijazah para karyawannya agar terverikasi keakuratan dan keasliannya.

"Dalam verifikasi tersebut, terdapat data SU yang merupakan mantan Pekerja Harian Lepas (PKL) yang menjadi tenaga medis di kapal dengan indikasi tidak valid," katanya, Senin (11/11).

Ia menyampaikan Pelni kemudian melakukan pengecekan ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas Makassar) tempat SU menimba ilmu. Terungkap ijazah dokter bernomor: 2457-039-04/133-271-91 yang digunakan SU bekerja sebagai dokter kapal di Kantor PT Pelni Persero Kota Makassar diduga tidak terdaftar.

"Ditemukan ketidak cocokan nomor ijazah sehingga dinyatakan yang bersangkutan tidak kuliah di Universitas Hasanudin serta diduga ijazahnya palsu," ujarnya.

Atas temuan tersebut, Pelni sudah melaporkan SU ke Polda Sulsel atas tuduhan tindak pidana menempatkan keterangan palsu pada akta autentik. Selain itu, SU telah diberhentikan dari Pelni.

"Saat ini, Pelni telah melaporkan indikasi penipuan pemalsuan ijazah yang bersangkutan dan telah memberhentikan dari tenaga medis kontrak," ucapnya.

Ia membantah Pelni selama ini melakukan pembiaran atas dugaan pemalsuan yang dilakukan SU. Saat rekrutmen SU memang belum ada teknologi digital seperti sekarang.

"Beliaukan PHL dan proses waktu zaman dulu manual semua, saat ini sudah tersistem dan online jadi terverifikasi dengan baik," tuturnya.

"Selanjutnya, Pelni menyerahkan kepada pihak berwajib untuk mengusut pemalsuan ijazah dokter yang digunakan untuk melamar di Pelni 25 tahun silam," tambahnya.