Usai Ketemu Risma, Melvin Klarifikasi Isu Cucu Konglomerat dan Pilkada

Crazy rich Surabaya Melvin Tenggara and Friends menyerahkan bantuan kepada Pemkot Surabaya.SP/RKO

SURABAYAPAGI, Surabaya - Beredar broadcast tentang nama-nama cucu konglomerat Surabaya diduga ada kaitannya dengan kegiatan penyerahan bantuan kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Selain isu itu tidak jelas asal muasalnya, alias hoax, sejumlah pihak pun mensinyalir hal itu terkait dengan dukungan di Pilkada 2020 mendatang. Mengingat saat ini Risma punya gaco sendiri di Pilwali 2020 mendatang.

Melvin Tenggara, tokoh muda yang merasa menjadi korban gorengan isu tersebut langsung angkat bicara. Ia membantah seluruh isu yang beredar di sejumlah group Whatsapp atau media social itu. “Isu tentang cucu konglomerat itu salah semua. Yang jelas kita bukan dari perusahaan-perusahaan yang disebut itu. Kita tidak terlibat di grup-grup itu. Tolong jangan diteruskan, supaya nanti tidak menimbulkan ketidaknyamaan orang-orang atau perusahan yang disebut,” papar Melvin kepada Surabaya Pagi, Selasa (22/9/2020).

Dalam broadcast tersebut, tertulis jelas bahwa anak-anak muda yang hadir dengan mengendarai mobil sport Ferrari, lambhorgini dan porsche ke Kediaman Walikota Surabaya adalah cucu Konglomerat Surabaya. Diantaranya disebut dalam broadcast itu adalah beberapa nama perusahaan besar di Surabaya. Seperti perusahaan WIngs, Kapal Api, Cat Avian , Gudang Garam, Sampoerna, Kertas Cap Gajah, Supreme Kabel, Air Minum Cleo, Aclub, Bentoel dll.

Dijelaskan Melvin, teman-temannya yang ikut bertemu Walikota itu bukan cucu konglomerat. Bahkan yang hadir tidak semuanya punya mobil sport. Tapi hanya penumpang juga banyak. “Jadi mereka yang datang kemarin adalah dari berbagai kalangan bidang pekerjaan. Ada yang usaha sendiri, marketing, ada yang pegawai bank dan sebagainya,” sahutnya.

crazy-rich-surabaya-bantu-risma-atasi-covid-19-WipTYYsrLY

Begitu juga soal nominal sumbangan, masing-masing anak muda berbeda-beda. “Ada yang sumbangannya 5 juta ada yang 500 ribu. Intinya kita semua yang tergerak untuk saling peduli terhadap sesama yang terdampak Covid-19 ini,” sahut pengusaha Restoran dan Café ini.

Lantas bagaimana soal dikaitkan dengan pilkada Surabaya? Melvin dengan tegas langsung mengklarifikasi bahwa Ia dan teman-temannya tidak ada kaitan sama Pilkada. Karena awal sebelum acara ini, Ia dihubungi oleh Pemkot Surabaya. Karena ibu Walikota ingin kenalan dengan sosok anak muda yang sukses, influencer dan peduli di Kota Surabaya. “Awalnya Beliau ingin agar saya memberi contoh atau terinspirasi untuk peduli dengan yang sesama,” cerita Melvin tentang sejarah sebelum bertemu Walikota Surabaya itu 19 September lalu.

Pihak Pemkot, lanjut Melvin, juga ingin menunjukkan kegiatan ini sebagai bentuk gotong royong atau bhinneka tunggal ika. Makanya pemkot minta tolong kalau tidak keberatan bawa mobil saja. Dan Melvin bersama teman-temannya setuju untuk memenuhi undangan tesebut sekaligus menyalurkan bantuan Covid-19. “Kita tidak ada terkait Pilkada, kita  tidak condong ke calon tertentu. Karena kita masih muda, kita tidak terlibat seperti itu. Jadi kemarin hanya murni sebagai  kegiatan kepedulian dari kami,” pungkas Melvin yang kerap kali tidak nyaman ketika disebut sebagai Crazy Rich Surabaya ini.  rko