Update Covid-19 Jatim: 66 Positif, 8 sembuh, 4 meninggal

Surabaya Pagi, Surabaya - Gubernur Provinsi Jawa Timur melakukan konferensi pers pada hari Jumat (27/03/2020) di Grahadi untuk menginformasikan update kondisi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Hingga hari Jumat pukul 16.00 WIB, pasien positif Covid-19 berjumlah 66 orang. Sementara itu pasien yang berhasil terkonversi negatif atau dinyatakan sembuh sebanyak 8 orang, serta pasien meninggal 4 orang.

Pasien positif bertambah menjadi 7 orang dari konferensi pers hari Kamis (26/03/2020). Kasus baru hari ini berasal dari Kab. Malang 1 orang, Kota Malang 1 orang, Jember 1 orang, Situbondo 2 orang, Lumajang 1 orang, Batu 1 orang. Selain itu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 267 orang, serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 3781 orang.

Khofifah juga mengkonfirmasi ada daerah kabupaten/kota yang dari zona hijau langsung menjadi zona merah. "Situbondo kemarin di zona hijau, hari ini menjadi zona merah. Selain itu, Jember, Lumajang Batu juga menjadi zona merah hari ini." ujar Khofifah saat konferensi pers.

Khofifah juga berterima kasih atas bergabungnya 8 rumah sakit baru untuk menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Kini rumah sakit rujukan pasien Covid-19 menjadi 73 rumah sakit. Total bed yang dapat digunakan juga bertambah menjadi 2232 buah. 645 bed isolasi total, 637 bed rumah sakit, 950 bed ruang observasi.

Gubernur Jawa Timur itu juga menyebutkan rapid test yang telah dibagikan ada 18.400. 65 rumah sakit rujukan mendapat 9.580, dinkes kabupaten/kota 7.020, dinkes provinsi 1.800. Khofifah juga mengkonfirmasi ada 12 kabupaten/kota yang sudah melakukan rapid test hari ini. "saya berharap rapid test ini bisa dimaksimalkan untuk percepatan penggunaannya." ujar Khofifah.

Di sisi lain pasien Covid-19 di RSUA yang berhasil terkonversi negatif bernama Christina (51) juga menghimbau pada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendadak. "lebih baik mengisolasi diri di rumah sesuai anjuran pemerintah, cuci tangan yang rutin, dan jangan percaya berita hoax." ujarnya. Dalam kesempatan melalui video testimoni ini dirinya juga berterima kasih kepada pihak rumah sakit serta pemerintah atas usaha dan perhatiannya sehingga banyak pasien yang dapat sembuh dari virus Covid-19. (adit)