Unusa Kuliah Daring Pakai Apps E-Sorogan

SURABAYA PAGI, Surabaya- Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memanfaatkan Aplikasi buatan sendiri yaitu Aplikasi E-Sorogan yang memudahkan para dosen dan mahasiswa dalam penerapan perkuliahan secara daring (Online) selama merebaknya Virus Corona di Surabaya.

Melalui aplikasi E-Sorogan, dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan perkuliahan secara daring serta memantau aktivitas yang terkait dengan perkuliahannya.

Selain E-Sorogan, Unusa juga menyinkronkan aplikasi pendukung lainnya seperti Zoom Cloud Meeting dan Google Classroom untuk memaksimalkan kinerja Aplikasi E-Sorogan.

Wakil Rektor 1 Unusa, Prof. Kacung Marijan, Ph.D. menjelaskan dalam situasi merebaknya virus corona saat ini, mengharuskan proses perkuliahan harus berbasis daring.

Melihat kondisi semacam itu, Unusa sudah tidak canggung lagi, karena Unusa beberapa tahun terakhir sudah menerapkan kuliah Hybrid menggunakan Aplikasi E-Sorogan sebelum adanya penyebaran virus Corona.

"Kuliah Hybrid (Blended Learning) sudah kami terapkan, dan memang saat ini kondisinya sedang ada penyebaran virus corona, maka dari itu Unusa melakukan perkuliahan daring melalui aplikasi E-Sorogan" ungkapnya.

Kacung Marijan menambahkan, ada satu catatan dalam proses perkuliahan daring ini, perkuliahan dengan sistem praktik masih belum bisa dilakukan. "Kuliah daring ini hanya pemberikan materi dan diskusi saja, sementara praktiknya akan dilakukan jika memang kondisi sudah sangat aman," tambah kacung.

Kacung Marijan tidak akan melarang jika dalam waktu dekat ada perkuliahan dengan cara metode praktik. Namun itu harus dilakukan sesuai prosedur yang ada.

"Yang pasti harus mematuhi protokol dan peraturan yang ada, jika itu dilakukan secara mendesak," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Sistem Informasi dan Perpustakaan Unusa, Drajad Uji Cahyono, S.Kom menambahkan dua aplikasi pendukung itu digunakan untuk memudahkan dosen mengajar tatap muka dengan mahasiswa.

Dengan kedua aplikasi ini, E-Sorogan langsung terhubung melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan google classroom, karena kegunaan masing-masing aplikasi berbeda.

Dengan adanya kasus penyebaran virus corona, Drajad yakin jika aplikasi E-Sorogan dapat memfasilitasi serta memudahkan dosen dan mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan.

"Aplikasi E-Sorogan sudah siap dan mudah diakses dosen maupun mahasiswa untuk menerima perkuliahan," tambahnya.

Untuk Presensi mahasiswa, Drajad menjelaskan akan diserahkan kepada dosen yang mengajar. Ini juga bisa dilihat melalui laporan dari aplikasi E-Sorogan maupun keaktifan saat online di Zoom dan Google Classroom.

"Dari aplikasi ini bisa mengetahui mahasiswa mana yang aktif dalam forum diskusi atau beberapa perkuliahan yang diberikan," ucapnya.iker