•   Selasa, 31 Maret 2020
Bisnis Makro

UMKM Jatim Masih Perlu Dorongan

( words)
Anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia menjadi pembicara dalam forum Indonesia Shari’a Economy Festival (ISEF) 2018


Kontribusi usaha mikro masih relatif rendah terhadap produk domestik regional Jawa Timur.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kontribusi usaha mikro masih relatif rendah terhadap produk domestik regional Jawa Timur.

Indah Kurnia Anggota Komisi XI DPR mengatakan, bahwa pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan Gubernur Jatim Soekarwo dan Bank Indonesia untuk mencari solusi agar UMKM Jawa Timur yang jumlahnya besar tersebut memiliki kualitas yang lebih baik.

"Dengan jumlah 4,6 juta itu tapi kontribusinya masih kecil, mungkin kapasitasnya masih harus ditingkatkan". Ujarnya.

"Itu menjadi kewajiban kita bersama," lanjutnya saat menjadi pembicara acara Indonesia Shari’a Economy Festival (ISEF) 2018 di Grand City Surabaya, Sabtu (15/12/2018).

Pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran dan promosi produk. Penetrasi internet di Indonesia yang semakin pesat menurutnya perlu dimanfaatkan dengan baik lanjut Indah.

Indah menambahkan, para pelaku UMKM pun harus makin pandai membuat catatan keuangan. Hal ini penting agar mereka bisa mengidentifikasi pemasukan dan pengeluaran.

Terkait dengan itu ia berharap BI terus melakukan pendampingan dan pembinaan pada pelaku UMKM di Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Yunita Rusmisari Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Kota Surabaya mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan ekonomi syariah.

Perhelatan Syariah Fair ini menurutnya adalah untuk menyosialisasikan dan membumikan berbagai inisiatif atau kebijakan tentang ekonomi Syariah, terang Yunita.

Syariah fair ini juga untuk memunculkan wirausaha baru di bidang ekonomi Syariah. "Sehingga ekonomi Syariah dapat berkembang tidak hanya mengandalkan dari sisi perbankan saja" Tutupnya.

Berita Populer