Umat Hindu Jember Gelar Tradisi Ruwatan Massal

SURABAYAPAGI.com, Jember - Ratusan umat hindu di Kabupaten Jember mengikuti tradisi ritual upacara ruwatan massal. Acara ruwatan selain bertujuan menghilangkan energi negatif dalam diri, juga untuk melestarikan budaya warisan leluhur.
Acara ritual ruatan dilakukan di areal Pure Amerta Asri Kecamatan Patrang. Ada ratusan umat hindu dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember dan Lumajang yang ikut berpartisipasi dalam tradisi ritual upacara ruwatan, dipandu oleh Sulinggih dari Gianyar Bali, Sabtu (25/2) hingga petang.
Komang Pasek Ardika Ketum Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PPHI) Jember mengatakan kepada wartawan surabayapagi.com, acara yang dhadiri oleh seluruh seluruh umat hindu Jember dan Lumajang yang langsung di pandu oleh Ida Pandita Mpu Dwi Acharya, Parama Santika dan Ida Pandita Istri MPU Dwi Acharya Parama Santika.
Ada sejumlah ritual yang dilakukan seperti, ritual Raja Sewala (Singa), Bayuh Ruwatan Sapuh Leger, Mepades (potong gigi), yang berlangsung dari pagi hingga siang bahkan sore hari ini berjalan cukup hikmad. Seluruh rangkaian kegiatan ritual ruwatan dimanfaatkan dengan baik oleh umat hindu mulai dari anak-anak hingga dewasa yang datang bersama keluarganya masing-masing. Sayangnya, upacara semacam ini jarang dilakukan karena biayanya sangat tinggi.
"Upacara ritual ruwatan jarang sekali dilakukan oleh orang perorang, biaya mahal menjadi kendala utama masyarakat hindu di Jember untuk melaksanakan upacara ritual religius semacam ini," jelas Komang Pasek.
Masih kata Komang Pasek, Ritual upacara ruwatan siraman dari 30 air sumur suci merupakan sarana penyucian diri dari energi negatif dalam diri seseorang, yang dapat menjadi penghambat dikehidupan sehari-hari.
Salah satu umat hindu yang mengikuti ruwatan, Pasek Artana didampingi oleh istrinya Agung ayu, mengatakan di jaman modern saat ini upacara ritual ruwatan semakin lenyap termakan oleh budaya lain, padahal ritual yang mengandung nilai religius merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan.
"Ruwatan atau bayuh sapuh leger yang kami ikuti ini sangat penting sebagai bagian dari aplikasi ajaran agama hindu, merupakan sebagai sarana atau media penyucian diri baik fisik dan rohani, sehingga ada keseimbangan rohani dan phisik dalam mengarungi kehidupan," ulas Pasek Artana.
Selain sebagai ritual penyucian diri, ritual ruwatan ini juga sebagai sarana silaturohim umat hindu di Jember dan sekitarnya.ndik