•   Minggu, 23 Februari 2020
Film & Musik

Uc Theatre Pentaskan Pain(T)

( words)
Aksi Uc Theatre saat mementaskan Pain(T) di Auditoroium Dian lantai 7, kemarin.


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – “Aku melukisnya ketika aku sedang menyerah dengan hidupku, dan menyadari impianku yang sesungguhnya, yaitu keluarga yang utuh. Bercak-bercak goresan kuas, penggambaran kepedihanku”. Begitulah beberapa kalimat yang menjadi pendongkrak pementasan Pain(T) yang diproduksi oleh Uc Theatre.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Ciputra Theatre atau yang lebih dikenal sebagi Uc Theatre mementaskan Pain(T) di Auditoroium Dian lantai 7. Pementasan ini diproduksi hingga dimainkan oleh angkatan 2019. Naskah dan penyutrdaraan tersebut juga digarap oleh angkatan 2019.

Sebelum pementasan dimulai, Uc Theatre bekerjasama dengan Gong Praga Management sebagai pembuka pementasan. Gong Prada menampilkan pementasan tari yang menceritakan wanita Jawa yang memiliki pengaruh besar, yang kadang tidak nampak dipermukaan. Wanita Jawa bisa menyembunyikan benci di balik rasa atau sebaliknya dengan koreografer Prameswarayulianbaskoro.

Setelah pementasan Gong Prada selesai, pementasan Pain(T) yang diproduksi oleh UcTheatre kemudian berlangsung. Tokoh utama pada pementasan ini ialah Lemuel yang memiliki masalah dengan keluarganya. Lemuel merupakan korban dari orang tuanya yang terpaksa bercerai. Hingga suatu ketika, Lemuel memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pelukis seperti papanya. Namun mama Lemuel tidak mengijinkan dan lebih menyuruh Lemuel untuk belajar serta menjadi dokter.

Dodot selaku pelatih yang dipercaya oleh Uc Theatre menjelaskan, pementasan ini bisa dibilang memiliki proses yang cukup singkat. Pementasan ini sebetulnya untuk mempersiapkan anggota baru agar paham terhadap management pertunjukan, khususnya seni teater. “Saya juga membebaskan mereka untuk berkarya, tentang apapun. Termasuk pementasan ini. Mereka ingin menyampaikan kebebasan yang sebetulnya kita miliki sejak lahir,” ujarnya.byta

Berita Populer