Tuban Kekurangan 204 Tenaga Penyuluh Pertanian

SURABAYAPAGI.COM, Tuban - Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Tuban masih belum memenuhi kebutuhan. Dari jumlah dampingan sebanyak 317 desa, baru ada 113 tenaga penyuluh yang tersedia. Artinya, perlu tambahan sebanyak 204 tenaga penyuluh untuk bisa mengcover semua desa atau yang di istilahkan dengan Wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP).

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Murtaji, jika digunakan angka rata- rata, saat ini tiap satu tenaga penyuluh pertanian yang ada harus mendampingi 2- 3 desa binaan pertanian. Padahal, idealnya tiap satu penyuluh harusnya menandampingi satu WKPP.

Hal itu disampaikan oleh Murtaji saat dihubungi Harian Surabaya Pagi melalui aplikasi pesan seluler. Selasa, (28/01/2020).

"Untuk saat ini kita kekurangan 204 tenaga penyuluh pertanian, sehingga 1 penyuluh mendampingi 2-3 desa," ungkapnya.

Tenaga penyuluh pertanian merupakan satuan petugas yang dibentuk dari turunan amanat UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Yang mempunyai fungsi mendampingi pemberdayaan petani. Sehingga dengan adanya penyuluh, di maksudkan dapat memberi sumbangsih berupa arahan dan inovasi kepada petani mulai dari masa tanam sampai saat panen.

Lebih lanjut, Murtaji juga menuturkan bahwa untuk saat ini pihaknya masih mengusakan kemaksimalam fungsi penyuluh meskipun dengan jumlah yang terbatas sembari menunggu arahan dari Kementreian Pertanian terkait rekrutmen penyuluh baru.

"kami masih menunggu arahan dari Kementrian Pertanian terkait rekrutmen penyuluh baru," tandasnya.

Terakhir, Murtaji juga menegaskan akan melakukan pengumuman jikalau proses rekrutmen penyuluh sudah dibuka, dengan salah satu syarat utamanya yakni pendaftar merupakan lulusan ilmu pertanian. Wid