•   Kamis, 2 April 2020
Kriminal

Tragis, Siswa Kelas 5 SD di Kota Kediri Berani Aniaya Teman Hingga Tendang Alat Vital

( words)
Korban saat dirawat di ICU RS Bhayangkara Kota Kediri. (SP/CAN)


Sempat Diancam Agar Tak Lapor Guru

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Terungkapnya kasus pengeroyokan siswa kelas 5 SD di SD Pakunden 1 Kota Kediri hingga mengakibatkan korban TH (12) masuk ICU RS Bhayangkara, usai keluarga korban melapor ke Polresta Kediri. Laporan polisi baru dilakukan seminggu setelah kejadian karena sebelumnya korban mendapat ancaman dari sejumlah pelaku pengeroyokan.
"Korban tak berani lapor karena mendapat ancaman agar tidak menyampaikan ke guru. Kebetulan keesokan harinya korban tidak masuk sekolah, kemudian dibawa ke Puskesmas. Karena tidak sembuh-sembuh, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri. Baru tadi malam orang tuanya melapor," kata Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, Jumat (26/1/2018) malam.
Informasi dilapangan, pengeroyokan terjadi di lingkungan sekolah, pada Kamis (18/1/2018) lalu. Motif pengroyokan karena korban terlibat cek cok dengan sejumlah pelaku saat bermain sepak bola. Pengroyokan dipicu saat korban melakukan gol bunuh diri saat bermain sepak bola dengan teman sekelasnya. Karena kecewa akhirnya teman-teman korban memukul hingga menendang alat vital korban dan menginjak-injaknya.
Akibatnya, beberapa hari setelah kejadian korban mengeluh sakit di kepala bagian belakang, tangan serta alat vitalnya. Kini korban harus menjalani perawatan di Ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri karena mengalami kesulitan berbicara hingga kedua tangannya lemas kesulitan untuk digerakan. "Korban saat ini masih terus menjalani perawatan di ruang ICU RS Bhayangkara," imbuh AKBP Anthon Haryadi di rumah sakit.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cepy Ning Suyudi mengatakan, dari laporan pihak sekolah, korban memang ditendang oleh dua teman sekelasnya. Bahkan, keluarga korban dan pelaku sudah dimediasi oleh pihak sekolah. "Setelah kejadian itu sudah didamaikan. Orang tua juga sudah menerima. Hanya karena tidak tahunya karena awal pemeriksaan di Puskesmas di cek normal dan ternyata demamnya justru berlanjut hingga tadi malam hingga korban masuk ICU," jelas Cepy.
Dari kejadian ini, penyidik Polresta Kediri akan mengirimkan surat panggilan kepada guru SDN Pakunden 1 Kota Kediri untuk dimintai keterangan. Terutama adalah wali kelas 5 dan saksi dari guru lainnya. Selain itu, petugas juga akan meminta klarifikasi kepada pelaku. Pasalnya, petugas ingin menyelidiki keteledoran guru pengajar karena adanya kejadian tersebut. Sesuai data awal petugas, ada tiga nama terlapor yang melakukan aksi penganiayaan itu. Can

Berita Populer