•   Rabu, 22 Januari 2020
SGML

Tokoh lintas Agama Hadiri Tabliq Akbar Kebangsaan

( words)
Kapolres bersama Forkopimda dan tokoh lintas agama saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tokoh lintas agama di Lamongan kompak hadir dalam acara tabliq akbar untuk keselamatan bangsa yang digelar oleh Polres Lamongan di Alun-alun setempat Senin malam (28/1/2019).

Tokoh lintas agama yang hadir diantaranya perwakilan tokoh agama Islam, Hindu, Kristen Protestan, Budha, dan Katolik. Selain kompak hadir, tokoh lintas agama dan sejumlah undangan mulai wakil bupati, ketua DPRD dan unsur Forkopimda, para pejabat kompak menggenakan ikat kepala merah putih, sebagai simbul persatuan dan kesatuan dibawah NKRI.

KH Masnur Arif ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Lamongan yang didaulat untuk membacakan doa keselamatan bangsa menyebutkan, agar dalam pelaksanaan pesta demokrasi pada 17 April 2019 mendatang berjalan dengan aman dan tertib, tentu masyarakat harus saling menghormati tidak menebar kebencian, apalagi memfitnah hanya gara-gara beda pilihan.

"Beda pilihan itu lumrah, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, hindarkan fitnah dan beri keselamatan kepada anak bangsa ini ya Alloh," kata yai Masnur dalam bunyi doa yang disampaikan dihadapan ribuan hadirin yang hadir memenuhi jalan Lamongrejo.

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung dalam sambutanya menyebutkan, kegiatan tabliq akbar kebangsaan ini digelar, dengan tujuan untuk ajang silaturahmi antara umaroh dan ulama bersama masyarakat dan lintas agama.

Kegiatan serupa ini pernah dilalukan pada 2018, dan dalam gelaran Pilgub 2018 dan agenda Kamtibmas bisa dilalui dan kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Tentu lanjut Feby, panggilan akrab Feby DP Hutagalung harapan serupa juga sangat diharapkan, agar agenda pemilihan umum pada 17 April 2019 mendatang bisa berjalan dengan baik dan kondusif, tidak ada gangguan Kamtibmas.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos), dan tidak menyebarkan ujaran kebencian. Perjuangan para pendahulu diantaranya ulama ini jangan dinodai dalam upaya mempertahankan ibu pertiwi dalam balutan NKRI.

"Kita semua harus bijak dalam menerima berita apapun baik dari sumbernya, baik media sosial maupun media mainstrem yang kotennya terdapat ujaran kebencian, untuk tidak dishare karena hal-hal seperti bisa memancing amarah dan disintegrasi bangsa," pesannya

Diakhir sambutanya Kapolres mengutip AL -Quran surat Al - Hujurat ayat ke 13, yang artinya,

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Karena itu kata Kapolres, dalam hal demokrasi yang akan datang tersebut, berbeda itu sudah menjadi hal yang biasa dan keniscayaan, karena itu menjaga persaudaran dan persatuan harus terus dilakukan, untuk menjaga kualitas demokrasi 5 tahunan ini.

Tabliq akbar kebangsaan ini sendiri dihibur dengan sholawatan, yang dihadiri oleh Habib Ali Zainal Abidin Asegaf yang mampu menghipnotis ribuan masyarakat yang datang secara langsung untuk ikut bersholawatan. jir

Berita Populer