•   Sabtu, 16 November 2019
Trenggalek-Tulungagung

Tim SAR Datangkan Kamera Bawah Air Untuk Pencarian Korban Sungai Brantas

( words)
Tim BASARNAS melakukan Perncarian


SURABAYAPAGI.com - Pencarian tiga korban yang tercebur ke Sungai Brantas Desa/Kecamatan Ngunut di hari kedua, Senin (28/1/2019) pagi belum membuahkan hasil.

Tim SAR masih terkendala kondisi sungai yang deras, keruh dan penuh sampah di dasarnya.

Alat fish finder yang digunakan tidak banyak membantu.

Sebab sering kali alat ini menangkap obyek besar di dasar sungai, namun saat diselami ternyata sampah ukuran besar, seperti bonggol pohon.

Menjelang siang, Tim SAR mendapat bantuan sebuah kamera bawah air dari BPBD Magetan.

Dua personil BPBD Magetan datang ke lokasi pencarian, khusus untuk mengantarkan kamera kedap air yang dilengkapi infrared ini.

Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Brian Gautama, alat ini efektif hingga kedalaman 60 meter.

"Jika tanpa halangan, kamera ini bisa melihat jauh seperti kamera pada umumnya," terang Brian.

Namun dengan air yang keruh, kamera ini sepenuhnya mengandalkan fasilitas infrared.

Masih menurut Brian, kamera ini bisa menangkap benda yang berwarna silver dengan infrarednya.

"Kebetulan mobilnya kan berwarna silver, kami berharap kamera ini bisa melihatnya di bawah air," sambung Brian.

Kamera ini bisa bertahan selama dua jam di bawah air. Setelah itu kamera harus di-charge ulang untuk mengisi daya.

Sebuah mobil Toyota Avanza L 1147 BF warna silver terjatuh ke Sungai Brantas, di penyeberangan Pema, Desa/Kecamatan Ngunut, Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sopir mobil Waridi (56), warga Rungkut Lor, Gang 9 Nomor 5 berhasil selamat.

Tiga penumpang ikut hilang bersama mobil, mereka adalahi Fitri Nursyam (34), Siti Yuniati (32) dan Siti Alfiah (61).

Dua penumpang lainnya juga selamat, karena turun dari mobil saat tiba di dermaga penyeberangan.

Keduanya adalah Sholikatin (56), istri Waridi dan Imam Shodikin, warga Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Berita Populer