•   Selasa, 31 Maret 2020
Peristiwa Nusantara

Tiga Buku Bowo Dibedah, Semua Merupakan Pengalaman Empirik

( words)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu praktisi hukum dan pengajar yang kondang di Jawa Timur, Sunarno Edy Wibowo atau yang akrab disapa Cak Bowo membedah tiga buku yang ditulisnya, Sabtu (29/9) siang.
Dalam acara itu, Bowo membawa salah sati dosen yang juga pakar hukum Djarot Pribadi sebagai pembanding tiga karyanya itu.
Menuut Bowo, kesekian pikirian yang dibukukan olehnya itu berawal dari pengalaman empiriknya sebagai praktisi hukum. Menjadi besar lantaran kasus-kasus yang ditanganinya, Bowo kemudian mengumpulkan setiap catatan-catatan kecil yang kemudian disusun dalam sebuah buku dengan prespektif seorang Bowo.
"Buku ini lahir dari buah pikir dan pengalaman saya selama berkecimpung di dunia hukum Jawa Timur. Selain itu buku ini juga merupakan hasil dari catatan-catatan yang saya rangkum sendiri dari sebuah tema yang saya ambil di stasiun televisi swasta," kata Cak Bowo, Sabtu (29/9) siang.
Ada tiga buku yang dibedah oleh Bowo dan Djarot. Masing-masing berjudul Hukum Dimata Bowo, Penengakkan Hukum Militer dan Money Laundering.
Sementara itu, Djarot Pribadi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Bowo. Menurutnya, buku yang ditulis oleh Bowo ini sangat memudahkan masyarakat tak hanya akademisi lantaran bahasa dan substansi yang disampaikan sangat mudah dipahami.
"Jadi buku ini sangat saya anjurkan untuk akademisi, selain itu saya kira masyarakat awam juga akan mudah memahami karena bahasa yang disampaikan itu ringan dan substansial," kata Djarot.
Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki menutut Djarot. Namun itu bukanlah perkara besar dan tidak menganggu buah karya buku secara garis besar.

Berita Populer