Tentang Hoax, Polisi Periksa Asisten Ratna Sarumpaet

SURABAYAPAGI.com - Penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus meminta keterangan saksi-saksi terkait kasus penyebaran berita bohong alias hoax Ratna Sarumpaet. Hari ini, asisten Ratna bernama Ahmad Rubangi turut diperiksa dalam kasus tersebut. "Ya, benar beliau (Ahmad) asisten Bu RS (Ratna Sarumpaet). Siang ini diperiksa di Ditreskrimum untuk diminta keterangannya sebagai saksi," kata pengacara Ahmad, Akbar Alamsyah saat dikonfirmasi, Senin, 22 Oktober 2018.
Akbar menjelaskan, agenda pemeriksaan ini berkaitan dengan operasi sedot lemak wajah yang dilakukan Ratna. Ahmad, kata dia, memang mendampingi Ratna ketika menjalani operasi plastik di rumah sakit kecantikan tersebut.
Namun, Akbar mengaku belum mengetahui apa saja materi yang akan disampaikan penyidik terkait pemeriksaan kliennya sebagai saksi dalam kasus Ratna. Rencananya, Akbar bersama kliennya akan datang ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 12.00 WIB.
"Saya belum dapat menyimpulkan karena siang ini jadwal pemeriksaannya, mungkin setelah BAP (berita acara pemeriksaan) baru bisa kami kasih penjelasannya," katanya.
Sebelumnya, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Siagian menjelaskan, jika polisi kembali meminta keterangan Ratna sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita hoax di media sosial.
Menurutnya, polisi bakal memeriksa Ratna terkait operasi plastik di RSK Bedah Bina Estetika yang pernah dijalani aktivis sosial itu.
Diketahui, kebohongan Ratna soal klaim penganiayaan terungkap setelah polisi menemukan fakta-fakta bahwa luka lebam di bagian wajah Ratna karena akibat operasi sedot lemak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam penyidikan kasus hoax ini, polisi juga telah meminta keterangan dokter RSK Bedah Bina Estetika sebagai saksi. Selain itu, polisi juga telah mendapatkan rekam medis dari RS kecantikan itu soal operasi plastik Ratna Sarumpaet.
"Ini pemeriksaan tambahan terkait penyataan dokter (RSK Bedah Bina Estetika)," kata Jerry.
Jerry menerangkan alasan pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut.