Tekan Hoaks dan Golput Lewat Media

SURABAYAPAGI.com - Peredaran hoaks menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut Staf Ahli Sekjen Kominfo, Hendrasmo, kondisi tersebut sangat membahayakan demokrasi.
"Bahwa hoaks kita sedang berada dalam taraf mengkhawatirkan. Sebab, hoaks semakin meningkat. Sangat bahayakan demokrasi." ujarnya dalam diskusi bertema "Peran Media Massa dalam Pendidikan Pokitik Guna Melawan Hoaks dan Menekan Angka Golput Dalam Pemilu 2019" yang digelar oleh Pustaka Institute di Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menurut Hendrasmo, hoaks paling banyak menyerang pemerintah, capres, cawapres serta kementerian. Sementara itu issue besar yang disampaikan dalam hoaks adalah masalah politik dan SARA (Suku. Agama, Ras, Antar Golongan)
Hendrasmo menyebutkan, bahwa masyarakat sangat besar memahami hoaks. "Ternyata mayoritas hoaks susah diidentifikasi mana benar mana hoaks. Kira-kira 75,25 persen katakan tidak yakin identifikasi hoaks. 24 persen saja yang bisa identifkasi hoaks," ujarnya.
Sementara itu pengamat intelijen CISS, Ngasiman Djoyonegoro menjelaskan bahwa komponen utama yang harus diwaspadai sebagai ancaman pemilu antara lain, hoaks, fake news dan hate speech. Adapun hal yang bisa dilakukan oleh pihaknya adalah dengan melakukan psywar.
"Satu sama lain itu ilmunya sama dan mereka saling hantam. Apalagi sekarang peserta kontestannya ada 2 maka substansinya tidak terlihat dan hanya sentimen verbal saja yang muncul termasuk sentimen SARA, siapa yang islam dan siapa yang kafir." tutupnya.n rh